TEGANG! TRUMP BICARA 'MUNDUR', TAPI PERANG IRAN MALAH MEMANAS? - Berita Dunia
← Kembali

TEGANG! TRUMP BICARA 'MUNDUR', TAPI PERANG IRAN MALAH MEMANAS?

Foto Berita

Pesan campur aduk dari Gedung Putih bikin bingung. Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan pernyataan mengejutkan, menyebut Amerika Serikat sudah 'sangat dekat' dengan tujuan operasi militer di Iran dan berencana 'mengakhiri' upaya di Timur Tengah. Tapi, di saat yang sama, Washington malah mengirim ribuan marinir tambahan dan mengajukan permintaan dana perang sebesar 200 miliar dolar AS kepada Kongres. Ada apa sebenarnya?

Pernyataan Trump di media sosial itu muncul saat harga minyak global meroket dan pasar saham AS anjlok. Demi meredakan gejolak ekonomi domestik, pemerintah AS bahkan melonggarkan sanksi terhadap minyak Iran yang sudah dimuat di kapal, sebuah langkah yang jelas-jelas bertujuan untuk menstabilkan harga bahan bakar.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, coba menjelaskan bahwa misi ini diperkirakan rampung dalam 4-6 minggu. Padahal, perang yang sudah berjalan tiga minggu ini justru menunjukkan tanda-tanda eskalasi, bukan mereda. Operasi militer yang disebut 'Epic Fury' itu masih jauh dari kata selesai.

Faktanya, saat Iran merayakan Tahun Baru Persia (Nowruz), pasukan gabungan AS-Israel justru menyerang ibu kota Teheran dan wilayah sekitarnya. Tak tinggal diam, Iran membalas dengan meluncurkan dua rudal balistik ke pangkalan militer Diego Garcia di Samudra Hindia, yang dioperasikan bersama AS dan Inggris. Israel juga melaporkan serangan rudal dari Iran, sementara Arab Saudi menembak jatuh 20 drone dalam hitungan jam di wilayah timurnya, yang merupakan lokasi instalasi minyak penting.

Ketidakjelasan pesan dari Trump dan Gedung Putih ini tentu saja menciptakan ketidakpastian. Tujuan perang AS dan Israel pun terus berubah-ubah, dari semula ingin menggulingkan kepemimpinan Iran hingga kini fokus pada penghancuran program nuklir dan rudal. Pertanyaan besarnya, apakah ini hanya manuver politik untuk meredakan tekanan domestik dan ekonomi, atau memang strategi baru yang sulit dipahami? Yang jelas, eskalasi konflik ini berpotensi memicu ketidakstabilan regional yang lebih luas dan menimbulkan lebih banyak korban sipil, seperti yang sudah terjadi di desa Dastak, Iran. Warga dunia pun menanti langkah pasti dari Washington.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook