Jakarta – Timnas Brasil datang ke Piala Dunia 2026 dengan status yang tak biasa: bukan sebagai unggulan utama. Gelandang senior Casemiro justru menganggap posisi 'selangkah di belakang' favorit lainnya sebagai keuntungan tersendiri.
Dalam wawancara dengan kanal media FIFA setelah tiba di Amerika Serikat, Casemiro mengakui bahwa Brasil bukanlah tim yang difavoritkan oleh bandar judi. Saat ini, Spanyol (juara Eropa), Prancis (juara dunia 2018), dan Inggris disebut-sebut lebih diunggulkan.
"Kami bukan favorit besar. Mungkin kali ini kami selangkah di belakang, tapi kami waspada dan itu hal yang baik," ujar pemain berusia 34 tahun itu.
Ia juga menyoroti siklus persiapan yang sulit bagi Brasil. Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) baru menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pelatih dan memilih presiden baru tahun lalu. Akibatnya, tim hanya memiliki waktu persiapan efektif 40 hari bersama pelatih.
"Ini siklus yang sulit dengan pergantian pelatih, presiden, dan banyak gejolak. Tapi kami punya perpaduan pemain berpengalaman dan muda yang bagus," tambahnya.
Brasil tergabung di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Laga perdana akan digelar pada 13 Juni melawan Maroko di East Rutherford, New Jersey.
Analisis: Status underdog ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, tekanan terhadap Brasil berkurang. Namun di sisi lain, persiapan yang minim dan perubahan besar di tubuh federasi bisa menjadi celah lawan. Catatan sejarah juga menunjukkan Brasil sudah 24 tahun tanpa gelar, sejak menjuarai Piala Dunia 2002. Jika Casemiro dan kolega mampu membuktikan diri, ini akan menjadi kisah comeback paling epik di turnamen tahun ini.