Serangan drone Ukraina dilaporkan telah melumpuhkan sebagian pusat data kecerdasan buatan (AI) milik raksasa digital Rusia, Yandex. Insiden ini terjadi di wilayah Kaluga, sebelah barat daya Moskow, dan menjadi pukulan telak bagi infrastruktur teknologi Rusia.
Serangan ini bukan yang pertama. Sehari sebelumnya, Ukraina juga menggempur pusat data utama Yandex di wilayah Ryazan. Di lokasi tersebut, tersimpan dua dari tiga superkomputer yang digunakan untuk mengembangkan model AI perusahaan. Yandex menyatakan bahwa serangan ini menyasar inti operasional mereka, namun mereka berupaya keras agar layanan tetap berjalan.
Langkah Ukraina ini tampaknya merupakan balasan strategis. Pasalnya, Rusia sebelumnya gencar menyerang pusat data dan infrastruktur telekomunikasi di Ukraina, termasuk di Kyiv, yang sempat menyebabkan sekitar 100.000 rumah tangga kehilangan akses internet.
Selain infrastruktur teknologi, Ukraina juga terus membombardir fasilitas produksi rudal dan kilang minyak Rusia. Baru-baru ini, tiga fasilitas produksi rudal di berbagai wilayah Rusia berhasil dihantam, termasuk pabrik komponen rudal di Tver dan pusat pembongkaran rudal balistik antarbenua di Nizhny Novgorod. Tujuan serangan ini jelas: melemahkan kemampuan ekonomi dan militer Moskow untuk melanjutkan perang.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menegaskan bahwa negaranya akan selalu merespons dengan cara yang sama. "Kami merespons. Saya tidak bisa membagikan semua detailnya," ujarnya, menegaskan bahwa perang kini telah merambah ke ranah infrastruktur digital dan teknologi.