Jakarta - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) raksasa, Anthropic, resmi mengumumkan rencana untuk melantai di bursa saham Amerika Serikat (AS) tahun ini. Langkah ini menjadi sinyal persaingan sengit dengan OpenAI, sekaligus ujian bagi pasar modal global untuk menyerap valuasi perusahaan AI yang meroket.
Anthropic, perusahaan di balik chatbot populer Claude, telah mengajukan dokumen rahasia ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk melaksanakan Penawaran Umum Perdana (IPO). Meski jumlah saham dan harga belum ditetapkan, valuasi perusahaan ini sudah menembus angka fantastis, yaitu lebih dari 965 miliar dolar AS atau sekitar Rp15.600 triliun. Angka ini bahkan melampaui valuasi OpenAI yang mencapai 852 miliar dolar AS.
Pendiri sekaligus CEO Anthropic, Dario Amodei, adalah mantan eksekutif OpenAI yang hengkang karena perbedaan pandangan dengan CEO OpenAI, Sam Altman. Kini, kedua perusahaan menjadi rival sengit di industri AI, berebut pangsa pasar pengguna dan korporasi. Analis pasar modal dari Mergermarket, Troy Hooper, menilai IPO Anthropic akan menjadi tolok ukur bagi investor untuk menilai masa depan AI generatif. "Yang pertama melantai punya peluang besar menentukan standar valuasi di pasar," ujarnya.
Selain persaingan bisnis, Anthropic juga tengah berseteru dengan pemerintah AS. Perusahaan ini menggugat Kementerian Pertahanan AS (DoD) terkait kontrak senilai 200 juta dolar AS. DoD dianggap memaksakan klausul yang memungkinkan penggunaan AI Claude untuk 'tujuan hukum apa pun', yang dikhawatirkan berujung pada pengawasan massal atau senjata otonom. Meski sempat dihujat oleh Presiden Donald Trump dan dilarang digunakan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth, gugatan perusahaan masih berjalan meski ada tanda-tanda meredanya ketegangan.
IPO Anthropic juga berpotensi menjadi bagian dari gelombang besar investasi di pasar modal AS, mengingat SpaceX milik Elon Musk juga berencana melantai dengan valuasi yang memecahkan rekor. Jika OpenAI menyusul, AS akan menyaksikan konsentrasi investasi bersejarah pada segelintir perusahaan teknologi.