PARALIMPIADE GEMPAR! ITALIA TOLAK ATLET RUSIA-BELARUS BERBENDERA - Berita Dunia
← Kembali

PARALIMPIADE GEMPAR! ITALIA TOLAK ATLET RUSIA-BELARUS BERBENDERA

Foto Berita

Semangat Olimpiade dan Paralimpiade kembali diuji. Italia, melalui Kementerian Luar Negeri dan Olahraga, menyuarakan protes keras kepada Komite Paralimpiade Internasional (IPC) terkait keputusan kontroversial yang mengizinkan sepuluh atlet dari Rusia dan Belarusia untuk berlaga di Paralimpiade bulan depan sambil membawa bendera dan lagu kebangsaan mereka. Langkah ini dinilai menodai nilai-nilai perdamaian di tengah bayang-bayang invasi Rusia ke Ukraina yang sudah berlangsung empat tahun.

Awalnya, kedua negara ini sempat dilarang ikut serta setelah invasi Ukraina pada 2022. Namun, hak-hak mereka dipulihkan kembali tahun lalu melalui pemungutan suara anggota IPC. Keputusan ini sontak menuai gelombang penolakan dari Italia. Menteri Luar Negeri Antonio Tajani dan Menteri Olahraga Andrea Abodi mendesak IPC untuk meninjau kembali keputusan tersebut, yang mereka anggap bertentangan dengan semangat Olimpiade, terutama mengingat pelanggaran gencatan senjata dan idealisme yang terus dilakukan Rusia, didukung oleh Belarusia.

Pemerintah Italia menegaskan "penolakan mutlak" terhadap keputusan IPC sejak September lalu, dan sikap ini turut diamini oleh 33 negara lain serta Komisi Eropa. Mereka berpandangan, partisipasi atlet Rusia dan Belarusia dengan atribut nasional tidak sejalan dengan situasi konflik, kecuali jika mereka berkompetisi sebagai atlet netral individu.

Reaksi tak kalah keras datang dari Kedutaan Besar Rusia di Italia. Melalui saluran Telegram mereka, Kedubes Rusia menyatakan tidak dapat menerima jika atlet disabilitas menjadi target politik. Mereka menyebut sikap para politisi Italia itu "ofensif" dan layak dikutuk.

Menariknya, meskipun IPC telah memulihkan hak partisipasi, beberapa federasi olahraga internasional untuk Paralimpiade sebelumnya justru tetap mempertahankan larangan terhadap atlet dari kedua negara ini. Namun, Rusia dan Belarusia berhasil memenangkan banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada Desember lalu, terutama melawan Federasi Ski dan Snowboard Internasional. Situasi ini menunjukkan tarik-ulur yang kompleks antara badan olahraga internasional dan keputusan pengadilan arbitrase.

Sebagai informasi, sejumlah atlet Rusia dan Belarusia saat ini sudah berkompetisi di Winter Games sebagai atlet independen netral, tanpa bendera atau lagu kebangsaan. Sementara itu, Komite Olimpiade dari kedua negara tersebut masih tetap disanksi oleh Komite Olimpiade Internasional. Sebuah sumber dari pemerintahan Italia juga membantah kabar yang menyebut Menlu Tajani akan memblokir visa atlet Rusia, menegaskan bahwa Italia tidak akan mengambil tindakan seperti itu jika partisipasi mereka sudah dikonfirmasi. Paralimpiade Musim Dingin sendiri akan berlangsung pada 6-15 Maret mendatang.

Polemik ini menyoroti bagaimana geopolitik terus merambah ke dunia olahraga, menciptakan dilema moral dan etika bagi para pembuat keputusan. Di satu sisi, ada desakan untuk menjaga sportivitas dan tidak mencampuradukkan politik dengan partisipasi atlet, terutama bagi mereka yang disabilitas. Namun di sisi lain, banyak negara, termasuk Italia, merasa perlu untuk menyuarakan protes terhadap agresi militer dengan segala cara, termasuk menekan di ranah olahraga. Kasus ini juga memperlihatkan adanya perbedaan pandangan dan keputusan di berbagai tingkatan organisasi olahraga internasional (IPC, federasi olahraga, CAS), yang menambah kompleksitas situasi dan membuat posisi atlet menjadi sangat rentan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook