Presiden Paraguay, Santiago Peña, resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Rabu (waktu setempat) setelah krisis politik memanas akibat runtuhnya Ueno Bank, sebuah bank digital yang sempat dikaitkan dengannya. Dalam pesan video yang diunggah di platform X, Peña menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat. "Saya ingin meminta maaf kepada rakyat jika pada suatu saat saya gagal," ujarnya. "Tidak pernah menjadi niat saya untuk mengkhianati kepercayaan yang Anda berikan."
Krisis ini dipicu oleh kegagalan Ueno Bank yang masuk ke proses insolvensi, membekukan seluruh operasional. Bank sentral Paraguay pun mengambil alih bank digital tersebut. Langkah ini berdampak besar karena Ueno Bank mengklaim memiliki sekitar tiga juta nasabah—setara 60% populasi dewasa Paraguay. Bank ini juga menyimpan dana pensiun dan sejumlah dana publik lainnya. Akibatnya, jutaan orang tidak bisa mengakses rekening mereka, memicu protes jalanan yang menuntut Peña mundur.
Tekanan politik meningkat setelah majelis rendah kongres Paraguay memberikan suara mendukung proses impeachment terhadap Peña. Ia dituduh memiliki konflik kepentingan karena tercatat sebagai pemegang saham perusahaan pemilik bank hingga tahun lalu, meski ia membantah semua tuduhan pelanggaran etik. Peña menyatakan pengunduran dirinya demi menjaga stabilitas, perdamaian sosial, dan institusi demokrasi. Pemerintah telah menunjuk presiden baru Bank Sentral Paraguay dan kongres menyetujui proses pembayaran kepada para deposan. Peña sendiri terpilih pada 2023 mewakili Partai Colorado yang konservatif.
Analisis Dampak: Pengunduran diri ini menandai guncangan politik besar di Paraguay. Bagi masyarakat, kepastian pengembalian dana simpanan dan pensiun menjadi prioritas utama. Sementara itu, stabilitas pemerintahan pasca-Peña akan diuji, terutama karena Partai Colorado masih dominan. Dari kacamata regional, krisis ini bisa mempengaruhi kepercayaan investor terhadap sektor perbankan Paraguay dan stabilitas politik Amerika Selatan secara umum.