JANJI TRUMP DIUJI: MEDIASI UKRAINA GAGAL LAGI! - Berita Dunia
← Kembali

JANJI TRUMP DIUJI: MEDIASI UKRAINA GAGAL LAGI!

Foto Berita

Hampir empat tahun setelah invasi Rusia ke Ukraina, upaya damai terbaru yang dipimpin Amerika Serikat di Jenewa kembali kandas tanpa hasil. Ini memicu pertanyaan besar, mengapa konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II ini masih jauh dari kata usai, bahkan saat janji perdamaian 24 jam dari calon Presiden AS Donald Trump belum juga terwujud?

Pembicaraan damai terbaru di Jenewa, yang dimediasi oleh utusan khusus Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, berakhir lebih cepat dari jadwal. Ini bukan kali pertama, deretan upaya mediasi lainnya sejak invasi skala penuh Rusia Februari 2022 juga selalu menemui jalan buntu. Padahal, saat kampanye, Trump sesumbar bisa menengahi gencatan senjata dalam 24 jam, sebuah janji yang kini kembali dipertanyakan.

Sejak awal konflik, berbagai putaran negosiasi langsung antara Rusia dan Ukraina di Belarus berakhir tanpa kesepakatan. Pertemuan tingkat menteri luar negeri di Turkiye, hingga pertemuan pemimpin senior di Istanbul, juga gagal mewujudkan gencatan senjata. Situasi makin rumit ketika bukti pembantaian warga sipil di Bucha dan Irpin terungkap pascapenarikan pasukan Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan hal itu membuat negosiasi makin sulit, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut perundingan berada di 'jalan buntu' akibat tuduhan kejahatan perang.

Satu-satunya 'terobosan' diplomatik yang lumayan signifikan adalah Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam pada Juli 2022. Kesepakatan ini, yang ditengahi Turkiye dan PBB, membuka koridor aman untuk ekspor jutaan ton biji-bijian Ukraina, mencegah krisis pangan global, meski kerap diwarnai ketegangan. Namun, saat Zelenskyy di KTT G20 Indonesia mengajukan proposal perdamaian 10 poin, termasuk penarikan penuh Rusia dari Ukraina dan jaminan keamanan, Moskow tegas menolaknya. Ini menunjukkan jurang perbedaan yang fundamental antara kedua belah pihak.

Dengan lebih dari satu juta korban jiwa dan konflik yang kini mendekati tahun kelima, kegagalan berulang dalam upaya damai ini menegaskan kompleksitas perang. Perbedaan tujuan yang diametral, ditambah beban sejarah kekejaman perang, membuat jalan menuju perdamaian sejati masih sangat terjal. Janji perdamaian cepat seolah tinggal retorika di tengah realita medan perang dan meja perundingan yang buntu.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook