Teka-teki hilangnya pilot legendaris Amelia Earhart kembali menemui jalan buntu. Ekspedisi terbaru yang menyelidiki objek misterius di sebuah laguna di Pulau Nikumaroro, Kiribati, memastikan bahwa benda yang sempat dikira bangkai pesawat itu ternyata hanyalah tumpukan kayu besar yang tersapu ombak.
Tim peneliti dari Purdue University dan organisasi nirlaba The International Group for Historic Aircraft Recovery (TIGHAR) sempat dibuat penasaran oleh citra satelit pada tahun 2020 silam. Objek yang dijuluki 'Taraia Object' itu tampak seperti pesawat kecil yang tergeletak di air dangkal. Namun, setelah menempuh perjalanan laut selama lima hari dan sempat tertahan cuaca buruk, tim yang dipimpin Rick Pettigrew tiba di lokasi dan menemukan fakta sebaliknya.
Sebagian besar material misterius itu telah pecah dan hanyut, menyisakan satu fragmen berbentuk huruf Y. Purdue University memastikan objek tersebut hanyalah kumpulan pohon besar yang mengendap di gosong pasir semenanjung. Meski demikian, Pettigrew menegaskan bahwa pulau itu masih menyimpan rahasia besarnya. Hingga kini, teori populer menyebut Earhart dan navigatornya, Fred Noonan, sempat mendarat darurat di Nikumaroro sebelum akhirnya meninggal sebagai orang buangan.
Penemuan ini setidaknya menutup salah satu kemungkinan dalam misteri yang sudah berusia hampir sembilan dekade tersebut, meski pencarian bukti otentik keberadaan pesawat Lockheed Electra milik Earhart masih akan terus berlanjut.