Klaim 'tak mengenal batas' ini bukan isapan jempol belaka. Istilah 'mesianik' sendiri seringkali merujuk pada keyakinan agama-nasionalis yang kuat, di mana elite politik meyakini mandat ilahi atas wilayah tertentu. Praktik ini berpotensi mendorong agenda ekspansionis, seperti pembangunan permukiman ilegal di wilayah pendudukan Palestina, yang jelas melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.
Dampak paling nyata dari pendekatan tanpa batas ini adalah semakin menipisnya harapan akan solusi dua negara, yang selama ini menjadi cetak biru perdamaian. Konflik kian memanas, tensi regional meningkat, dan penderitaan kemanusiaan di Palestina terus berlanjut. Dunia internasional, termasuk banyak sekutu Israel, berulang kali menyuarakan kecaman atas kebijakan yang dianggap merongrong upaya perdamaian.
Jika elite politik Israel memang berpegang pada ideologi yang tak kenal kompromi dan batas, stabilitas kawasan akan terus terancam. Ini bukan hanya masalah Israel dan Palestina, melainkan juga melibatkan kepentingan geopolitik global yang lebih luas.