(Sanaa) - Situasi keamanan di Yaman kembali bergolak. Pasukan pemerintah yang diakui internasional melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap kelompok Houthi. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, militer mengklaim telah menjalankan hampir 500 operasi tempur yang mengakibatkan 1.540 anggota Houthi tewas atau luka-luka.
Juru bicara militer, Kolonel Majed Abdullah al-Nazili, mengungkapkan bahwa serangan ini melibatkan kekuatan udara, drone, artileri, hingga peluncur roket. Wilayah Taiz menjadi titik panas utama pertempuran, di mana pasukan pemerintah berhasil menghentikan laju Houthi. Meski demikian, pihak militer tidak menyebutkan adanya korban dari pihak mereka sendiri.
Eskalasi konflik ini memaksa pemerintah menutup perlintasan strategis al-Houban yang menghubungkan wilayah kekuasaan Houthi dengan Kota Taiz. Pejabat media militer, Ammar al-Sami'i, menyatakan penutupan ini dilakukan demi alasan keamanan setelah adanya upaya infiltrasi dan serangan di sekitar area tersebut. Sebelumnya, jalur ini sempat dibuka pada 2024 untuk alasan kemanusiaan setelah ditutup selama sembilan tahun.
Gencatan senjata yang rapuh pada 2022 silam resmi runtuh pada Juli tahun ini, memicu kembali pertempuran sengit. Situasi makin memburuk ketika Houthi berhasil menguasai Kota Pelabuhan Mocha dan pulau-pulau strategis di Selat Bab al-Mandeb pada pertengahan September. Dampak kemanusiaan pun tak terhindarkan; ratusan ribu warga terpaksa mengungsi akibat perang yang kembali membara sejak Houthi merebut Sanaa pada 2014 silam.