ANCAMAN IRAN: SELAT HORMUZ SIAP DIBLOKADE - Berita Dunia
← Kembali

ANCAMAN IRAN: SELAT HORMUZ SIAP DIBLOKADE

Foto Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Kondisi 'tidak damai, tidak perang' yang sempat terjalin setelah kedua negara menandatangani kesepakatan sementara pada Juni lalu, kini nyaris runtuh total.

Pemicu utamanya adalah soal Selat Hormuz, jalur laut paling strategis di dunia yang menguasai sepertiga pasokan minyak global. Iran menegaskan bahwa kendali atas selat ini adalah 'garis merah' yang tidak bisa ditembus oleh tekanan militer, ekonomi, maupun diplomasi.

Masalahnya, isi kesepakatan yang diteken kedua belah pihak ternyata multitafsir. Pasal kelima dari 14 poin perjanjian menyebut Iran akan 'mengatur jalur aman bagi kapal komersial'. Amerika Serikat menafsirkan kalimat itu sebagai kewajiban Iran untuk membuka akses bebas. Namun, Iran justru membaca pasal yang sama sebagai izin untuk mengatur lalu lintas kapal sesuai keinginan mereka.

Faksi garis keras di dalam Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bahkan sudah bertindak. Sebuah kapal tanker gas alam cair berbendera Qatar baru-baru ini diserang di dekat perairan Oman. Sumber diplomatik menyebut aksi itu dilakukan oleh 'unit nakal' dari IRGC. Mereka memperingatkan bahwa semua kapal harus mengikuti jalur yang sudah ditentukan oleh Iran.

Di tengah eskalasi ini, parlemen Iran diam-diam mengesahkan RUU baru yang disebut 'Aksi Strategis untuk Keamanan dan Pembangunan Berkelanjutan Selat Hormuz dan Teluk Persia'. Langkah ini mempertegas niat Iran untuk memperketat kendali atas jalur tersebut.

Analisis Dampak: Jika Iran benar-benar memblokade atau membatasi akses di Selat Hormuz, dampaknya akan langsung terasa ke harga minyak dunia yang bisa melonjak drastis. Indonesia sebagai importir minyak akan terkena imbasnya berupa kenaikan harga BBM dan biaya logistik. Situasi ini juga bisa memicu konflik terbuka yang melibatkan angkatan laut negara-negara besar di kawasan Teluk.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook