Insiden memilukan kembali menghantui dunia penerbangan Amerika Serikat. Sebuah pesawat jet medis jenis Gulfstream G-100 yang mengangkut enam orang dilaporkan hilang kontak di atas perairan Nantucket, Massachusetts, pada Sabtu dini hari waktu setempat. Pesawat nahas tersebut diketahui berangkat dari Bermuda dan dijadwalkan mendarat di Bandara Logan, Boston.
Otoritas Penerbangan Federal (FAA) melaporkan sinyal pesawat terputus tak lama setelah pukul 01.00 dini hari. Data dari FlightAware menunjukkan indikasi mengerikan: pesawat sempat mengalami penurunan ketinggian yang sangat drastis, terjun bebas dari ketinggian sekitar 7.300 meter ke 3.300 meter sebelum komunikasi terakhirnya terputus.
Operasi pencarian dan penyelamatan gabungan kini tengah dikerahkan di sekitar perairan Nantucket. Penjaga Pantai AS (US Coast Guard) mengerahkan aset udara dan laut untuk menyisir lokasi. Pesawat tersebut dioperasikan oleh Latitude Air Ambulances, sebuah perusahaan yang fokus pada penerbangan medis internasional untuk membawa pasien kembali ke rumah.
Analisis & Dampak: Insiden ini menyoroti risiko tinggi operasi penerbangan medis (air ambulance) yang sering kali harus terbang dalam kondisi darurat atau cuaca ekstrem. Hilangnya kontak dan penurunan ketinggian yang tajam memicu spekulasi mengenai kemungkinan kegagalan sistem pressurisasi kabin atau masalah teknis fatal lainnya. Bagi masyarakat, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan penerbangan jet pribadi dan layanan medis, serta kesiapsiagaan otoritas dalam misi pencarian di laut lepas.