HARGA PANGAN MELEDAK, WARGA KHARTOUM PILIH UTANG DEMI MAKAN - Berita Dunia
← Kembali

HARGA PANGAN MELEDAK, WARGA KHARTOUM PILIH UTANG DEMI MAKAN

Foto Berita

Krisis ekonomi yang memburuk di Sudan memaksa warga ibu kota Khartoum mengambil langkah ekstrem untuk bertahan hidup. Melonjaknya harga bahan pokok yang tidak terkendali membuat banyak keluarga harus berutang di pasar tradisional hingga melewatkan waktu makan agar uangnya bisa dialihkan untuk biaya sekolah atau pengobatan.

Salah satu contohnya adalah Rasha Abdelaziz Musa (39), seorang penjual teh yang harus menghidupi empat anaknya sendirian karena suaminya bertugas di garis depan perang sejak 2023. Ia mengaku pengeluaran harian untuk pangan keluarganya mencapai 40.000 pound Sudan (sekitar Rp 480 ribu dengan kurs pasar paralel), belum termasuk sewa dan kebutuhan lain. Untuk menghemat, ia sering menyajikan falafel atau kacang fava rebus ketika harga lentil melambung tinggi.

Beban serupa juga dirasakan Ahmed Youssef (61) yang harus menopang 12 anggota keluarga. Pendapatannya sebagai pekerja di toko daging dan perantara ternak yang tidak menentu tidak lagi cukup menutupi pengeluaran harian yang menembus 100.000 pound. Kondisi ini diperparah dengan survei lapangan yang menunjukkan kenaikan harga signifikan dalam hitungan hari, seperti gula dan minyak goreng yang naik drastis, serta roti yang harganya melonjak hampir dua kali lipat dalam sepekan.

Analisis Dampak: Fenomena ini menunjukkan runtuhnya daya beli masyarakat akibat konflik berkepanjangan. Ketika harga pangan tidak lagi terprediksi, masyarakat kelas bawah terpaksa mengorbankan gizi (melewatkan makan) demi memenuhi kewajiban lain seperti pendidikan dan kesehatan. Jika tidak ada intervensi, krisis ini berpotensi memicu masalah kesehatan publik yang lebih luas dan meningkatkan angka putus sekolah di Sudan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook