SIAPA PENENGTARA SEBENARNYA GAZA UKRAINA? - Berita Dunia
← Kembali

SIAPA PENENGTARA SEBENARNYA GAZA UKRAINA?

Foto Berita

Gencatan senjata lokal di Oleshky, Ukraina, yang bertujuan menyelamatkan lebih dari 1.000 warga sipil, justru memicu perdebatan diplomatik tak terduga antara Gedung Putih dan Vatikan. Kedua pihak saling klaim sebagai pihak yang berjasa menengahi kesepakatan antara Rusia dan Ukraina.

Gedung Putih bersikeras bahwa Ibu Negara AS, Melania Trump, adalah sosok di balik terwujudnya gencatan senjata di kota yang diduduki Rusia sejak Februari 2022 tersebut. Dalam pernyataannya, Melania menyebut situasi di Oleshky sangat memprihatinkan dan berada di ambang bencana, dengan warga yang hidup dalam keterbatasan listrik serta ancaman ranjau. Ia menegaskan intervensinya sangat krusial untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan dan evakuasi warga lanjut usia.

Namun, Vatikan menawarkan narasi berbeda. Mereka mengklaim bahwa Paus Fransiskus berperan penting dalam mendorong jeda pertempuran melalui panggilan telepon langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Perbedaan versi ini menjadi sorotan karena menyangkut prestise diplomatik kedua negara adidaya tersebut.

Terlepas dari polemik siapa yang berjasa, kesepakatan gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada hari Minggu ini telah membawa angin segar bagi warga Oleshky. Kawasan ini sebelumnya hancur akibat perang dan diperparah oleh banjir besar setelah rusaknya Bendungan Kakhovka pada 2023. Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi penghentian serangan ke arah Kherson untuk mendukung upaya kemanusiaan ini, sementara pihak Ukraina melalui Komisioner Hak Asasi Manusia, Dmytro Lubinets, menyatakan komitmennya untuk mematuhi kesepakatan.

Meski bukan merupakan akhir dari konflik secara keseluruhan, Kremlin menyebut gencatan senjata lokal ini sebagai preseden baik untuk upaya serupa di masa depan. Bagi masyarakat, kesepakatan ini menjadi oase di tengah krisis kemanusiaan yang parah, di mana akses terhadap makanan, obat-obatan, dan jalur evakuasi aman sangat dibutuhkan oleh ribuan warga yang masih bertahan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook