GENJAT SENJATA USA-IRAN GAGAL? 18 TEWAS DI LEBANON - Berita Dunia
← Kembali

GENJAT SENJATA USA-IRAN GAGAL? 18 TEWAS DI LEBANON

Foto Berita

BEIRUT – Gencatan senjata yang baru saja ditandatangani Amerika Serikat dan Iran langsung diuji. Setidaknya 18 warga sipil tewas di Lebanon selatan setelah Israel menggempur wilayah tersebut dengan rentetan serangan udara semalaman. Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi korban jiwa, sementara militer Israel mengakui empat prajuritnya juga tewas dalam baku tembak dengan Hizbullah.

Serangan ini terjadi hanya sehari setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah, termasuk gencatan senjata permanen di Lebanon. Namun, baik Israel maupun Hizbullah sama-sama melancarkan serangan setelah kesepakatan diumumkan. Hizbullah bahkan mengklaim berhasil menghancurkan tiga tank Israel dan menyergap pasukan lawan di Lebanon selatan.

Kesepakatan AS-Iran sejatinya menyerukan penghentian permusuhan di semua lini dan menghormati integritas wilayah Lebanon. Namun, Israel dengan tegas menyatakan tidak akan menarik pasukannya dari Lebanon. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berada di bawah tekanan domestik untuk terus melanjutkan operasi militer melawan Hizbullah. Sikap ini berpotensi memicu benturan dengan Presiden AS, Donald Trump, yang telah mengkritik keras tindakan Israel di Lebanon.

Menteri Keamanan Nasional Israel yang beraliran sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, bahkan melontarkan pernyataan kontroversial. 'Semua Lebanon harus terbakar,' ujarnya, seraya menegaskan bahwa darah prajurit Israel tidak bisa ditawar. Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, mendesak Israel untuk menghormati kesepakatan dan meminta AS menekan pemerintah Israel.

Sejak konflik terbaru pecah, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 3.783 orang tewas dan 11.699 lainnya terluka. Kesepakatan AS-Iran sendiri mencakup program nuklir Iran, keringanan sanksi, serta komitmen untuk mencapai penyelesaian akhir dalam 60 hari. Namun, kekerasan yang masih berlangsung membuat masa depan gencatan senjata ini dipertanyakan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook