MetLife Stadium, New Jersey – Brasil memulai perburuan gelar juara dunia keenam mereka dengan menghadapi ujian berat di laga perdana Grup C Piala Dunia 2026. Tim Samba akan berhadapan dengan Maroko, tim kuat Afrika yang pernah mencapai semifinal, di Stadion MetLife, Sabtu (22.00 WIB).
Pertandingan ini menjadi sorotan utama karena mempertemukan dua kekuatan besar. Brasil, yang merupakan juara dunia lima kali, justru tidak masuk dalam jajaran favorit utama turnamen kali ini. Ini adalah kali pertama dalam sejarah di mana tim asuhan Carlo Ancelotti dianggap sebagai tim Brasil terlemah dalam beberapa dekade terakhir oleh para pengamat.
Skuad Brasil memang tetap bertabur bintang. Nama-nama seperti Vinicius Jr, Raphinha, dan veteran Neymar Jr menjadi andalan. Namun, Neymar kembali ke skuad setelah absen selama dua setengah tahun dan kondisinya masih menjadi tanda tanya besar. Catatan Brasil juga kurang meyakinkan: mereka tersingkir di perempat final pada empat dari lima turnamen terakhir dan sudah 24 tahun tidak merasakan juara.
Di sisi lain, Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi. Sebagai kuda hitam yang mengejutkan dunia di Piala Dunia 2022, mereka berhasil menjungkalkan Spanyol dan Portugal sebelum kalah dari Prancis di semifinal. Dengan pemain-pemain seperti Achraf Hakimi dan Brahim Diaz, Maroko diprediksi akan kembali menjadi mimpi buruk bagi tim-tim besar.
Pertandingan ini sangat krusial karena Brasil langsung menghadapi lawan terberat di grup. Jika Brasil tergelincir, jalan mereka menuju babak gugur bisa semakin terjal. Sebaliknya, jika Maroko menang, mereka akan mengirim sinyal peringatan ke seluruh peserta turnamen bahwa kejutan mereka di Qatar bukanlah kebetulan belaka.
Analisis: Laga ini bisa menjadi penentu nasib Grup C. Bagi Brasil, hasil imbang pun mungkin sudah dianggap cukup, namun tekanan sejarah dan ekspektasi publik membuat mereka wajib menang. Kemenangan akan membangun kepercayaan diri, sementara kekalahan bisa memicu krisis di dalam tim. Untuk Maroko, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa mereka layak disebut sebagai raksasa baru sepak bola Afrika.