Washington resmi meluncurkan Task Force Iron Gate, sebuah unit khusus yang bertugas memblokir jalur darat dan Laut Kaspia untuk memutus pasokan senjata ke Iran. Langkah ini memperluas blokade laut yang sudah berjalan, dengan fokus pada pencegahan pergerakan sistem senjata canggih, teknologi dual-use, dan aliran pendapatan ilegal melintasi tujuh negara tetangga Iran.
Berbasis di Tampa, Florida, unit ini melibatkan 20 personel sipil dan militer yang akan berkoordinasi dengan berbagai agensi pemerintah AS. Komandan CENTCOM, Admiral Brad Cooper, menyebut langkah ini sebagai penguatan blokade maritim yang sudah ada. Sementara itu, mantan pejabat Pentagon Michael Mulroy mengungkapkan bahwa target operasi ini bergeser ke infrastruktur ekonomi, bukan sekadar militer.
Menanggapi hal ini, Garda Revolusi Iran (IRGC) menepis anggapan tersebut. Juru bicara IRGC, Sardar Mohebi, menegaskan bahwa AS tidak akan berhasil menekan ekonomi Iran hingga kolaps, merujuk pada klaim sebelumnya yang tidak terbukti. Di sisi lain, Iran dilaporkan tengah membangun kompleks bawah tanah untuk melindungi produksi rudal dan drone dari serangan udara, berdasarkan citra satelit yang beredar.
Analisis Dampak: Bagi masyarakat global, ketegangan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia akibat ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah. Sementara bagi warga Iran, strategi "pencekikan ekonomi" ini diprediksi akan semakin mempersulit akses terhadap kebutuhan pokok dan obat-obatan, meskipun rezim berupaya mengklaim ketahanan ekonomi mereka.