TEGURAN KERAS BUAT MBAPPE: DUA SPONSOR CHINA PUTUS KONTRAK - Berita Dunia
← Kembali

TEGURAN KERAS BUAT MBAPPE: DUA SPONSOR CHINA PUTUS KONTRAK

Foto Berita

Bintang sepak bola dunia, Kylian Mbappe, kini harus menanggung mahal akibat ucapannya sendiri. Pemain asal Prancis itu resmi kehilangan dua sponsor besar di China setelah sebuah video yang menampilkan lelucon tentang pemimpin China, Mao Zedong, viral di media sosial. Video tersebut diduga direkam pada April lalu dan menunjukkan Mbappe yang tengah bersiap untuk siaran, mengomentari sebuah meme yang menyebut sosok 'diktator China'.

Insiden ini memicu gelombang kemarahan dari penggemar sepak bola di China. Tak butuh waktu lama, raksasa minuman asal China, Dongpeng, langsung memutus kontrak Mbappe 'dengan segera'. Mereka menegaskan memiliki kebijakan nol toleransi terhadap segala perilaku yang menyinggung sentimen nasional. Nasib serupa juga dialami Mbappe setelah produsen susu terbesar China, Mengniu, ikut memutus kerja sama dengannya.

Mbappe pun akhirnya buka suara. Lewat pernyataan resmi di media sosialnya yang ditulis dalam tiga bahasa (Prancis, Mandarin, dan Inggris), pemain berusia 27 tahun itu menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku salah dan menyadari ucapannya telah melukai banyak orang. 'Komentar saya tidak bijaksana dan saya sekarang mengerti bahwa itu menyakiti banyak orang,' tulis Mbappe. Ia menegaskan bahwa reaksinya saat itu hanya spontan terhadap gambar wajahnya sendiri dan sama sekali tidak berniat menyinggung rakyat China.

Dampak dari insiden ini tidak berhenti pada Mbappe saja. Liga Spanyol (La Liga) turut angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf resmi. Presiden La Liga, Javier Tebas, menegaskan bahwa pernyataan Mbappe adalah urusan pribadi dan tidak mewakili liga. Namun, mereka tetap meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul dan berjanji bekerja sama dengan mitra di China untuk meredakan situasi.

Bagi masyarakat Indonesia dan penggemar bola global, kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan kehati-hatian dalam berbicara di ruang publik, terutama terkait isu sensitif di negara lain. Sebagai figur publik, setiap kata memiliki konsekuensi komersial dan diplomatik yang besar.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook