Publik kembali dihebohkan dengan babak baru perseteruan antara Meghan Markle dan ayahnya, Thomas Markle Sr. Polisi di Filipina tengah bersiap menyelidiki dugaan kepemilikan materi pelecehan seksual anak yang ditemukan di kediaman lama Thomas Markle Sr. di Cebu.
Langkah ini diambil setelah pihak kepolisian setempat mendapatkan surat perintah pengadilan untuk memeriksa barang bukti. Sebelumnya, saudara tiri Meghan, Thomas Markle Jr., menyerahkan empat kotak berisi perangkat elektronikātermasuk komputer, ponsel, dan hard driveākepada otoritas setempat pekan lalu.
Thomas Markle Sr., yang kini berada di Amerika Serikat, dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menyebut tuduhan yang dilontarkan putranya sebagai "kebohongan yang menyakitkan". Meski demikian, Thomas Jr. bersikeras agar kasus ini diusut tuntas.
Isu ini mencuat setelah terungkapnya surat dari mantan istri pertama Thomas Sr., Roslyn Loveless, kepada Kepolisian Metropolitan London pada 2019 silam. Meghan Markle pun buka suara mengenai surat tersebut. Dalam pernyataannya, ia mengaku sangat terpukul dan menyatakan keprihatinannya terhadap anak-anak yang mungkin menjadi korban. Sikap Meghan yang memutus komunikasi dengan sang ayah sejak 2018 kini semakin jelas latar belakangnya.
Analisis Dampak: Kasus ini tidak hanya menjadi drama keluarga selebritas, tetapi menyoroti isu serius mengenai perlindungan anak. Filipina, khususnya Cebu, memang dikenal sebagai titik panas eksploitasi seksual anak. Penyelidikan ini menjadi ujian bagi penegakan hukum setempat untuk membuktikan keseriusan mereka menangani kejahatan siber dan eksploitasi anak, terlepas dari status sosial tersangka.