China resmi memilih seorang astronaut asal Pakistan untuk bergabung dalam misi luar angkasa Shenzhou-24. Ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang warga negara asing akan menginjakkan kaki di stasiun luar angkasa milik China, Tiangong.
Langkah ini merupakan bagian dari kerja sama bilateral kedua negara di bawah payung proyek Belt and Road Initiative (BRI). Meski identitas astronaut tersebut belum diungkap ke publik, misi ini diperkirakan akan berlangsung pada akhir tahun ini. Sebelumnya, dua pilot Pakistan, Zeeshan Ali dan Khurram Daud, telah menjalani pelatihan intensif selama berbulan-bulan di Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronaut China di Beijing.
Kerja sama ini bukan sekadar soal sumber daya manusia. China juga berencana meluncurkan rover bulan pertama Pakistan yang bernama Jinnah-1. Rover seberat 35 kilogram itu dilengkapi peralatan ilmiah canggih untuk menganalisis perilaku plasma, radiasi, dan komposisi tanah bulan.
Analisis Dampak: Langkah ini menegaskan posisi China sebagai pemain utama dalam perlombaan eksplorasi luar angkasa, sekaligus mempererat hubungan strategis dengan Pakistan. Bagi masyarakat global, ini menandakan babak baru kolaborasi internasional di bidang antariksa yang tidak lagi didominasi oleh Amerika Serikat dan Rusia. Program pelatihan yang mencakup kursus bahasa Mandarin intensif juga menunjukkan upaya China untuk menciptakan ekosistem luar angkasa yang inklusif bagi mitra-mitranya.