Tim peneliti dari Archaeological Legacy Institute (ALI) dan Purdue University tengah berlayar menuju Pulau Nikumaroro di Samudra Pasifik. Misi mereka: memastikan apakah sebuah objek misterius yang terlihat di citra satelit pada 2020 silam adalah reruntuhan pesawat legendaris Amelia Earhart.
Objek yang dijuluki 'Taraia Object' itu terlihat berada di tepi laguna pulau tersebut. Yang menarik, Purdue University mengonfirmasi bahwa objek serupa sebenarnya sudah terekam dalam foto udara kawasan itu sejak tahun 1938—setahun setelah Earhart dinyatakan hilang.
Tim berangkat dari ibu kota Kiribati pada Rabu lalu menggunakan kapal Marin Mainiku. Mereka harus menempuh jarak 830 mil laut dan diperkirakan tiba pada Senin. Setibanya di sana, tim harus melewati celah sempit di terumbu karang yang dibuat oleh Inggris pada 1963, saat pulau itu terakhir kali dihuni.
"Menemukan pesawat Electra Amelia Earhart akan menjadi penemuan seumur hidup," ujar Richard Pettigrew, pimpinan ekspedisi.
Earhart sendiri hilang pada 2 Juli 1937 saat terbang dari Lae, Papua Nugini, menuju Pulau Howland untuk mengisi bahan bakar. Pesawat twin-engine Electra miliknya lenyap tanpa jejak, memicu berbagai teori konspirasi selama puluhan tahun. Teori resmi menyebutkan ia kehabisan bahan bakar dan jatuh ke laut. Namun, teori lain menduga ia mendarat darurat di Nikumaroro dan meninggal sebagai orang terbuang.
Meski citra satelit menunjukkan bentuk yang menyerupai badan pesawat kecil di perairan dangkal, sejumlah peneliti rival meragukan objek tersebut adalah pesawat, apalagi milik Earhart.