JEDA PERANG PAKISTAN-AFGHANISTAN, MENGAPA TIBA-TIBA SAAT IDULFITRI? - Berita Dunia
← Kembali

JEDA PERANG PAKISTAN-AFGHANISTAN, MENGAPA TIBA-TIBA SAAT IDULFITRI?

Foto Berita

Di tengah membara api konflik yang telah menelan banyak korban, Pakistan dan Afghanistan akhirnya sepakat menghentikan sementara permusuhan mereka. Gencatan senjata parsial ini akan berlangsung selama lima hari penuh, bertepatan dengan perayaan Idulfitri yang sakral.

Kementerian Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengumumkan bahwa jeda pertempuran ini akan dimulai tepat tengah malam Kamis (19:00 GMT Rabu) hingga tengah malam Selasa pekan depan (19:00 GMT Senin). Keputusan ini bukan murni inisiatif kedua negara yang bertikai, melainkan datang atas permintaan dari Arab Saudi, Qatar, dan Turki.

"Pakistan menawarkan isyarat niat baik ini sebagai bentuk kepatuhan terhadap norma-norma Islam," tulis Tarar di media sosial. Namun, ia juga melontarkan peringatan tegas: operasi militer akan langsung dilanjutkan dengan intensitas penuh jika terjadi serangan lintas batas, serangan drone, atau insiden terorisme di wilayah Pakistan.

Tak lama berselang, juru bicara pemerintahan Taliban Afghanistan juga mengkonfirmasi akan menangguhkan sementara operasi militernya terhadap Pakistan.

Kesepakatan jeda ini muncul setelah berminggu-minggu ketegangan dan kekerasan mematikan di perbatasan kedua negara. Baru-baru ini, Afghanistan menuduh militer Pakistan menewaskan ratusan orang dalam serangan udara di sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul. Pakistan membantah keras tuduhan tersebut, bersikeras bahwa target mereka adalah "infrastruktur teroris dan lokasi militer". PBB sendiri mencatat setidaknya 143 kematian dalam insiden di Rumah Sakit Perawatan Kecanduan Omar tersebut.

Konflik di sepanjang Garis Durand, perbatasan sepanjang 2.640 kilometer yang memisahkan kedua negara, telah menjadi yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Operasi militer Taliban Afghanistan di akhir Februari diklaim sebagai respons atas serangan udara Pakistan, sementara Pakistan beralasan serangannya bertujuan menghentikan milisi bersenjata yang menggunakan wilayah Afghanistan untuk menyerang negaranya.

Jeda sementara ini, meskipun rapuh, memberikan kesempatan krusial bagi kedua belah pihak untuk menenangkan diri dan mungkin membuka ruang dialog. Namun, tanpa penanganan akar masalah yang menyebabkan konflik, seperti perdebatan panjang terkait perbatasan dan masalah kelompok militan, perdamaian yang berkelanjutan akan sulit tercapai. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyoroti dampak mengerikan konflik ini terhadap fasilitas kesehatan dan populasi rentan, menggarisbawahi urgensi untuk de-eskalasi dan mencari solusi damai yang lebih permanen. Setidaknya enam fasilitas kesehatan di Afghanistan sudah terdampak kekerasan sejak akhir Februari.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook