Jakarta, CNN Indonesia — Kimi Antonelli resmi mengukir sejarah sebagai juara dunia Formula 1 termuda setelah mendominasi musim keduanya. Prestasi ini bukan datang tiba-tiba, melainkan buah dari bibit talenta yang sudah terlihat sejak usia sangat belia.
Ayahnya, Marco Antonelli, mengenang momen saat Kimi baru berusia 10 tahun. Kala itu, di sirkuit Adria, Italia, Marco mengajak Kimi mencoba mobil sport Lamborghini miliknya. Dengan Kimi duduk di pangkuan ayahnya, keduanya berbagi kendali: Marco mengatur gas dan rem, sementara Kimi mengendalikan setir dan gigi persneling.
Yang terjadi selanjutnya membuat Marco tercengang. Di kecepatan 320 km/jam, Kimi kecil mampu mengendalikan mobil yang mengalami oversteer (ban belakang selip) dengan sangat presisi. "Saya bilang, 'Oke, stop, karena ini sudah berbahaya.' Tapi saat saya lihat videonya, anak 10 tahun, di pangkuan saya, oversteer, semuanya sempurna. Saya bilang, 'Mungkin dia punya sesuatu yang istimewa'," ujar Marco dikutip dari BBC Sport.
Bakat Kimi sebenarnya sudah tercium sejak ia masih bayi. Marco bercerita, Kimi yang baru berusia 15 hari sudah berada di garasi, mendengar suara mesin dan mencium bau knalpot. Bahkan saat libur Natal di usia tiga tahun, Kimi sudah kecanduan bermain simulator balap yang dibeli ayahnya. Ia rela begadang dan marah jika Marco tertidur saat menemani bermain.
Meski begitu, Marco sempat tidak ingin Kimi menjadi pembalap karena tahu kerasnya dunia balap. Namun, takdir berkata lain. Kimi yang baru berusia 20 tahun pada Agustus lalu itu kini telah membuktikan bahwa dirinya adalah pembalap dengan talenta luar biasa, membawa nama Italia kembali berjaya di pentas dunia.