KERJA SAMPAI TUA, TREN BARU ATAU TERPAKSA? - Berita Dunia
← Kembali

KERJA SAMPAI TUA, TREN BARU ATAU TERPAKSA?

Foto Berita

Jakarta – Seorang dokter internis asal Michigan, Arthur Rose, memutuskan pensiun di usia 95 tahun setelah 65 tahun mengabdi. Kisahnya menjadi cermin fenomena global: semakin banyak orang Amerika yang bekerja jauh melampaui usia pensiun standar, yaitu 67 tahun.

Data Pew Research Center menunjukkan, jumlah pekerja berusia 65 tahun ke atas di AS meningkat empat kali lipat sejak pertengahan 1980-an. Kini, sekitar 19% dari kelompok usia ini masih aktif bekerja. Mereka tidak hanya mengisi posisi rendah, tetapi juga jabatan tinggi seperti anggota Kongres, eksekutif perusahaan, bahkan presiden.

Presiden AS Donald Trump, yang akan berusia 80 tahun pada akhir pekan ini, menjadi contoh paling menonjol. Ia adalah pemimpin tertua kedua dalam sejarah AS setelah Joe Biden yang pensiun di usia 82 tahun. Di parlemen, ada 24 anggota Kongres berusia di atas 80 tahun, termasuk Senator Chuck Grassley yang sudah berumur 92 tahun.

Para ahli mencatat beberapa alasan di balik tren ini. Pertama, akses layanan kesehatan yang lebih baik membuat orang hidup lebih lama. Kedua, tekanan ekonomi akibat biaya hidup yang terus naik memaksa banyak pensiunan mencari penghasilan tambahan. Survei Indeed Flex menyebutkan, hampir 30% pensiunan di AS mempertimbangkan kerja paruh waktu, dengan lebih dari 60% di antaranya karena faktor biaya hidup.

Namun, bukan cuma soal uang. Sekitar setengah dari responden juga mengaku ingin bersosialisasi. Harriet Newman Cohen, pengacara perceraian berusia 93 tahun yang masih aktif ke pengadilan, mengatakan bahwa bekerja membuatnya tetap muda, energik, dan berpengetahuan. "Saya tidak bisa membayangkan hidup dengan cara lain," ujarnya.

Di sisi lain, usia lanjut juga membawa risiko. Masalah kesehatan seperti penurunan kognitif dan stamina bisa menjadi hambatan serius. Isu ini sempat menjadi faktor utama Joe Biden mundur dari pencalonan presiden pada 2024. Gordon Lithgow, profesor dari Buck Institute for Research on Aging, menekankan bahwa yang terpenting bukan usia, melainkan kualifikasi dan kemampuan seseorang dalam menjalankan tugas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook