Balapan off-road paling bergengsi di dunia, Dakar Rally, memastikan diri mundur dari Arab Saudi untuk edisi 2027. Keputusan ini diambil bukan karena masalah lintasan, melainkan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang memanas.
Penyelenggara, Amaury Sport Organisation (ASO) dan Saudi Motorsport Company, menyebutkan bahwa gelaran yang biasanya digelar Januari itu akan dipindahkan ke 'wilayah lain' yang bakal diumumkan dalam waktu dekat. Meski begitu, mereka berencana mengembalikan Dakar ke Arab Saudi pada 2028 mendatang untuk merayakan edisi ke-50.
Keputusan ini merupakan buntut panjang dari konflik geopolitik di kawasan. Serangan udara yang intens dari kelompok Houthi, termasuk insiden mematikan di Bandara King Khalid International bulan ini, membuat rencana rute baru di bagian utara Arab Saudi batal total. Bukan cuma Dakar, deretan event bergengsi lain seperti Formula 1 di Jeddah hingga WTA Finals juga ikut terkena imbasnya dan terpaksa dipindahkan atau ditunda.
Spekulasi soal lokasi pengganti pun mencuat. Media spesialis balap memperkirakan Maroko atau Spanyol masuk dalam kandidat kuat. Jika benar pindah ke Maroko, ini akan menjadi momen bersejarah karena Dakar akan kembali ke benua Afrika untuk pertama kalinya sejak 2007 silam.
Dampaknya bagi masyarakat global, khususnya penggemar otomotif, tentu saja jadwal menonton dan liburan wisata otomotif harus berubah. Sementara bagi warga lokal Arab Saudi, absennya event sebesar ini berpotensi mengurangi pemasukan sektor pariwisata dan hiburan di tengah ketegangan politik yang sedang terjadi.