LOS ANGELES, AS — Pemerintah Amerika Serikat akhirnya mengeluarkan visa bagi tim sepak bola Iran untuk berlaga di Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil hanya 10 hari sebelum laga pembuka Iran melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni.
Seorang pejabat AS mengonfirmasi, visa diberikan untuk para atlet dan staf pendukung. Namun, mereka memberikan peringatan keras. "Kami tidak akan membiarkan tim Iran menyalahgunakan sistem ini untuk menyusupkan teroris ke Amerika Serikat dengan kedok yang salah," tegas pejabat tersebut, seperti dikutip BBC.
Ketegangan politik memang mewarnai proses ini. Sebelumnya, Iran memindahkan pusat latihan dari Tucson, Arizona, ke Meksiko karena masalah visa. Bahkan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sudah mengingatkan bahwa anggota tim yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak akan diizinkan masuk. Padahal, beberapa pemain Iran menjalani wajib militer di lembaga keamanan tersebut.
Analisis Dampak: Langkah ini menjadi preseden unik karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, negara tuan rumah menerima tim dari negara yang sedang berkonflik dengannya. Meski sepak bola dianggap sebagai alat diplomasi, sikap AS menunjukkan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas utama. Bagi publik Iran, kabar ini tentu melegakan, tetapi syarat ketat yang diajukan AS bisa memicu sentimen nasionalisme atau sebaliknya, protes politik di dalam negeri.