MILITER REBUT PULUHAN KOTA, ADA APA DENGAN KURDI? - Berita Dunia
← Kembali

MILITER REBUT PULUHAN KOTA, ADA APA DENGAN KURDI?

Foto Berita

Situasi di timur Aleppo, Suriah, kembali memanas setelah Militer Suriah mengklaim berhasil menguasai puluhan kota dan desa. Langkah ini menyusul penarikan mundur pasukan Kurdi yang tergabung dalam Syrian Democratic Forces (SDF) dari wilayah tersebut, Minggu lalu.

Setidaknya 34 desa dan kota kecil kini berada di bawah kendali Militer Suriah, termasuk dua wilayah penting, Deir Hafer dan Maskana, serta sebuah bandara militer. Perebutan wilayah ini adalah bagian dari upaya Damaskus untuk memperluas kembali pengaruhnya di seluruh negeri, terutama setelah konflik berkepanjangan.

Pekan lalu, Militer Suriah juga sudah mengusir pasukan Kurdi dari Kota Aleppo setelah serangkaian bentrokan mematikan. Selanjutnya, mereka mengirimkan bala bantuan di dekat Deir Hafer dan meminta SDF untuk mengosongkan area antara kota itu dan Sungai Efrat. Ketegangan memuncak di tengah perebutan kekuasaan terkait pelucutan senjata kelompok yang dipimpin Kurdi tersebut.

Kedua belah pihak saling tuding melanggar kesepakatan. Militer Suriah menuduh SDF menyerang patroli mereka di dekat Maskana hingga menewaskan dua tentara. Sebaliknya, SDF menuding Militer Suriah masuk ke Deir Hafer dan Maskana sebelum pasukan mereka sepenuhnya mundur, yang justru memicu bentrokan dan menciptakan situasi berbahaya.

Di tengah riuhnya kondisi, warga sipil mulai kembali ke Deir Hafer. Reporter Al Jazeera, Zein Basravi, melaporkan dari lokasi bahwa banyak keluarga kembali menggunakan truk pikap, melewati cuaca dingin dan hujan. Mereka disambut tembok lumpur yang berfungsi sebagai penghalang jalan dan pos pemeriksaan oleh SDF. Kini, buldoser terlihat membersihkan area tersebut saat militer berupaya penuh menegakkan kendali dan memeriksa warga yang kembali. Suasana di kota pun diwarnai suka cita atas kembalinya kendali militer Suriah.

Perselisihan antara pemerintah Suriah dan SDF memang telah berlangsung lama. Meskipun ada upaya untuk mengintegrasikan administrasi dan kekuatan bersenjata Kurdi ke dalam negara, kemajuan terhenti karena perbedaan pandangan, termasuk tuntutan Kurdi untuk pemerintahan desentralisasi. Sebelumnya, Militer Suriah juga menyerang posisi Kurdi di Deir Hafer pada Jumat malam dengan artileri berat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook