TRUMP NEKAT BELI GREENLAND: WONG LOKAL KETAR-KETIR! - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP NEKAT BELI GREENLAND: WONG LOKAL KETAR-KETIR!

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, punya rencana yang cukup mengejutkan: ingin membeli Greenland dari Denmark. Dan yang lebih bikin geleng-geleng, ia menegaskan tidak akan menerima kata "tidak" sebagai jawaban.

Ambisi Trump ini ternyata bukan isapan jempol. Ia bahkan tak mengesampingkan opsi penggunaan kekuatan militer untuk mewujudkan tujuan tersebut. Menurut pemerintahan Trump, Greenland, yang secara geografis berada di kawasan Amerika Utara, sangat vital untuk keamanan AS. Selain itu, para pengamat juga menyoroti minat AS yang besar terhadap kekayaan mineral melimpah di pulau es tersebut.

Namun, rencana ini justru menyisakan ketakutan mendalam bagi warga Greenland. Joel Hansen, seorang nelayan di kota Ilulissat, Greenland barat, mengaku "ketakutan setengah mati" membayangkan negaranya diambil alih AS. "Saya sudah lihat bagaimana susahnya hidup suku Inuit Alaska," ujarnya kepada Al Jazeera, merujuk pada ketakutannya menjadi warga Amerika.

Meski hubungan antara Greenland dan Denmark, yang telah menjajah pulau itu sejak 1721, seringkali rumit, Hansen justru percaya bahwa tetap di bawah Denmark mungkin lebih baik. "Saya cinta Greenland karena saat saya memancing, kami punya kebebasan untuk bekerja untuk diri sendiri," katanya. Greenland memang telah mendapatkan "otonomi" sejak 1979 dan diperluas melalui Undang-Undang Pemerintahan Sendiri tahun 2009. Namun, secara politik ia tetap bagian dari Denmark, dan karenanya, bagian dari Eropa, meskipun secara geografis terletak di Amerika Utara.

Pulau yang terpencil dan tak ramah ini menyimpan deposit mineral raksasa seperti seng, besi, uranium, dan grafit yang sebagian besar belum tersentuh. Bahkan, Greenland diyakini menjadi rumah bagi cadangan unsur tanah jarang (rare-earth elements) terbesar kedelapan di dunia. Mineral ini sangat krusial karena memiliki sifat magnetik dan elektro-kimia yang vital untuk memproduksi komponen teknologi modern, seperti turbin angin, kendaraan listrik, ponsel pintar, sistem rudal, hingga jet tempur.

Aplikasi militer dari unsur tanah jarang ini menjadi perhatian khusus AS. Pasalnya, China saat ini menguasai sekitar 60 persen cadangan unsur tanah jarang dunia dan memproses 90 persen di antaranya. Ini menjadi pertimbangan geopolitik yang signifikan bagi AS.

Warga Greenland sendiri yakin mereka bisa membangun kapasitas untuk mengolah mineralnya sendiri. "Kami punya banyak mineral di Greenland, jadi kami bisa jadi bangsa sendiri kalau kami mau," kata Hansen. "Kami tidak butuh uang dari Trump."

Prospek AS menguasai Greenland untuk mengeruk mineralnya telah memicu ketakutan di komunitas-komunitas Inuit. Di tengah kekhawatiran ini, pertemuan antara menteri luar negeri Denmark dan Greenland dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio serta Wakil Presiden JD Vance di Washington dijadwalkan. "Harapan saya, Rubio akan punya sedikit kemanusiaan dalam pembicaraan itu," ujar Karl Sandgreen, kepala pusat pengunjung Ilulissat Icefjord.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook