DAMPAK KRISIS IKLIM ANAK INDONESIA TERANCAM - Berita Dunia
← Kembali

DAMPAK KRISIS IKLIM ANAK INDONESIA TERANCAM

Foto Berita

Jakarta - Laporan terbaru UNICEF mengungkap fakta mengkhawatirkan: hampir seluruh anak di dunia, termasuk Indonesia, kini terpapar setidaknya satu ancaman krisis iklim. Situasi ini diprediksi semakin parah jika emisi gas rumah kaca tidak segera ditekan.

Laporan yang dirilis Selasa lalu ini memperingatkan bahwa ancaman iklim menghantam anak-anak dari berbagai sisi. Hampir setengah dari populasi anak global menghadapi minimal tiga ancaman sekaligus, seperti gelombang panas, kekeringan, banjir, dan polusi udara. Akibatnya, kesehatan, pendidikan, hingga kelangsungan hidup mereka terancam.

“Kehidupan anak-anak terus terbalik oleh dampak gelombang panas, kebakaran hutan, kekeringan, dan banjir,” ujar Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell. “Setengah dari anak-anak dunia kini hidup dengan setidaknya tiga ancaman iklim yang tumpang tindih dan membentuk kehidupan sehari-hari mereka.”

Data UNICEF menunjukkan sebanyak 1,8 miliar anak berisiko terkena dampak kekeringan, sementara 1,2 miliar lainnya terpapar suhu ekstrem. Di Eropa Barat, gelombang panas pecah rekor bulan lalu dengan suhu yang biasanya baru terjadi di musim panas. Tak hanya itu, hampir semua anak di dunia juga terpapar polusi udara, dan satu miliar anak berisiko tinggi terkena malaria akibat perubahan pola cuaca.

Para ilmuwan terus mengingatkan bahwa pemanasan global harus dibatasi maksimal 1,5 derajat Celcius di atas suhu era pra-industri. Namun, target yang disepakati dalam Perjanjian Paris 2016 itu dinilai sulit tercapai. Apalagi, Amerika Serikat kembali resmi keluar dari perjanjian tersebut pada Januari lalu atas perintah Presiden Donald Trump.

Analisis Dampak: Bagi Indonesia, laporan ini menjadi alarm keras. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai panjang, anak-anak di pesisir sangat rentan terhadap banjir rob dan naiknya permukaan air laut. Sementara itu, anak-anak di perkotaan besar seperti Jakarta dan Surabaya menghadapi ancaman polusi udara yang mengganggu perkembangan paru-paru mereka. Tanpa akselerasi transisi ke energi bersih, masa depan generasi muda Indonesia berada dalam bahaya nyata.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook