Jakarta, CNN Indonesia — Kapten tim kriket putri India, Harmanpreet Kaur, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan kapten di semua format pertandingan pada 6 Oktober 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan kepemimpinan selama hampir satu dekade yang penuh lika-liku, sekaligus titik balik bersejarah bagi kriket India.
Kaur, yang kini berusia 37 tahun, mengumumkan keputusannya melalui unggahan di Instagram. Ia menegaskan tidak akan pensiun dari kriket internasional dan tetap akan bermain untuk India. "Ini bukan keputusan yang mudah. Sebagai kapten, saya harus membuat keputusan sulit yang tidak selalu dipahami, tidak selalu mudah, dan terkadang harus dibayar mahal secara pribadi," tulisnya.
Keputusan ini diambil setelah pertemuan antara Kaur, Smriti Mandhana, pelatih kepala Amol Muzumdar, dan Sekretaris Kehormatan Dewan Kriket India (BCCI), Devajit Saikia, sehari sebelumnya. Mandhana, yang selama empat tahun menjadi wakil Kaur, langsung ditunjuk sebagai penerusnya.
Selama memimpin, Kaur mencatatkan 5 pertandingan Test, 51 ODI, dan 155 T20I dengan persentase kemenangan masing-masing 80%, 58,82%, dan 59,35%. Puncak kariernya terjadi pada November 2025, ketika India menaklukkan Australia di semifinal Piala Dunia ODI dan mengalahkan Afrika Selatan di final, membawa pulang trofi Piala Dunia pertama bagi India di depan pendukung sendiri. Sebelumnya, India juga meraih medali perak di Commonwealth Games 2022 dan medali emas di Asian Games 2026 serta Asia Cup 2026.
Analisis: Pergantian kapten ini menjadi momen krusial bagi tim kriket putri India. Di bawah Kaur, India tidak hanya belajar menang, tetapi juga mengubah cara bermain dan mentalitas melawan raksasa kriket seperti Australia dan Inggris. Kepemimpinan Mandhana diharapkan melanjutkan fondasi yang sudah dibangun, namun tantangan terbesarnya adalah mempertahankan konsistensi di panggung dunia dan mengelola ekspektasi publik yang kini jauh lebih tinggi setelah gelar juara dunia pertama.