AFRIKA HITAM SIAP SAINGI MAROKO DI PIALA DUNIA 2026? - Berita Dunia
← Kembali

AFRIKA HITAM SIAP SAINGI MAROKO DI PIALA DUNIA 2026?

Foto Berita

Jakarta - Setelah Maroko menjadi tim Afrika pertama yang menembus semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, publik kini bertanya-tanya: akankah negara Afrika Sub-Sahara mampu menyamai atau bahkan melampaui prestasi tersebut di Piala Dunia 2026?

Sejarah mencatat, dominasi Afrika Utara di pentas sepak bola global memang tak terbantahkan. Maroko, Tunisia, dan Aljazair termasuk dalam lima besar negara Afrika dengan jumlah penampilan terbanyak di Piala Dunia. Namun, angin segar mulai berhembus dari kawasan sub-Sahara. Senegal dan Ghana menjadi dua tim yang diprediksi bakal menjadi 'kuda hitam' dan merebut perhatian dunia.

Senegal: Misi Balas Dendam

Senegal datang ke Piala Dunia 2026 dengan semangat tinggi. Mereka masih panas setelah gelar Piala Afrika (AFCON) dicabut secara kontroversial oleh CAF dan diberikan kepada Maroko. Insiden walk-out pemain di final menjadi alasan utama keputusan tersebut.

Pelatih Senegal, Pape Bouna Thiaw, yang besar di Prancis, menegaskan ambisinya. 'Jika saya kehilangan keyakinan bahwa kami bisa juara dunia, saya akan mundur,' ujarnya tegas. Dengan skuad yang diisi pemain bintang seperti Sadio Mane, serta pemain naturalisasi Prancis seperti Edouard Mendy dan Kalidou Koulibaly, Senegal punya kedalaman tim yang menjadi andalan.

Menariknya, Senegal akan langsung berhadapan dengan Prancis di laga perdana Grup I pada 16 Juni. Ini seperti deja vu tahun 2002, saat Senegal mengalahkan Prancis yang kala itu juara bertahan.

Ghana: Langganan Piala Dunia

Ghana juga tak kalah ambisius. Hanya sekali absen sejak debut mereka di 2006, Ghana selalu tampil solid. Meski peringkat FIFA mereka (74) lebih rendah dari Senegal (14), rekor mereka di Piala Dunia cukup mentereng. Ghana dan Senegal sama-sama pernah mencapai perempat final, sebuah pencapaian yang hanya diraih oleh empat negara Afrika sepanjang sejarah.

Analisis Dampak: Jika salah satu dari tim Sub-Sahara ini berhasil menembus semifinal, ini akan menjadi pukulan telak bagi dominasi Afrika Utara. Secara sosial, ini bisa memicu kebanggaan baru di kawasan sub-Sahara dan mengubah peta persaingan sepak bola Afrika. Secara ekonomi, prestasi ini akan meningkatkan nilai pasar pemain Afrika dan mendatangkan lebih banyak investasi ke liga-liga lokal.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook