LOS ANGELES, KOMPAS.TV - Pemerintah Amerika Serikat memberikan jaminan bahwa tidak akan ada penegakan hukum imigrasi di ajang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Los Angeles. Hal ini disampaikan langsung oleh Sheriff Los Angeles County, Robert Luna, setelah berkoordinasi dengan otoritas federal.
Kepastian ini muncul setelah sebelumnya beredar kabar dan kekhawatiran bahwa petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) akan hadir di stadion. Kekhawatiran itu sempat memicu aksi protes dan ancaman mogok kerja dari para pekerja stadion yang takut akan adanya razia.
“Saya menelepon langsung kepala Keamanan Dalam Negeri untuk wilayah LA. Mereka bilang, agen federal memang akan ada untuk menjaga keamanan venue. Tapi soal penegakan hukum imigrasi, mereka pastikan itu tidak akan terjadi di pertandingan mana pun,” kata Luna dalam konferensi pers, Senin (10/3).
Stadion SoFi, yang akan berganti nama menjadi Los Angeles Stadium selama turnamen, menjadi tuan rumah laga pembuka Timnas AS melawan Paraguay pada 12 Juni mendatang. Selain itu, stadion ini juga akan menjadi sorotan karena menjadi tuan rumah dua pertandingan fase grup Timnas Iran.
Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran ikut mempengaruhi rencana pengamanan. Luna mengakui bahwa pertandingan Iran akan mendapatkan pengawasan ekstra mengingat situasi global yang sedang memanas. “Iran membawa dinamika berbeda karena peristiwa dunia saat ini. Kami akan menambah personel untuk pertandingan itu,” ujarnya.
Sebelumnya, penggerebekan imigrasi oleh agen ICE bertopeng di Los Angeles tahun lalu memicu gelombang demonstrasi. Para pekerja stadion, termasuk koki dan staf kebersihan, sempat mengancam mogok kerja jika ICE tetap diterjunkan. “Kami tidak ingin hidup dalam ketakutan saat bekerja atau takut ditangkap saat pulang,” kata Isaac Martinez, seorang koki stadion.
Analisis: Jaminan ini menjadi angin segar bagi komunitas imigran dan pekerja di Los Angeles. Namun, Sheriff Luna sendiri mengingatkan bahwa kebijakan ini bisa berubah sewaktu-waktu. Jika terjadi perubahan, ia memperingatkan akan muncul masalah baru yang lebih besar. Langkah ini juga menjadi strategi AS untuk menjaga citra positif di ajang internasional, mengingat sorotan global akan tertuju pada Piala Dunia.