Setelah lebih dari setengah abad, manusia akhirnya akan kembali mengelilingi Bulan! Misi bersejarah Artemis II NASA siap meluncurkan empat astronot dalam perjalanan menguji sistem pendukung kehidupan antariksa. Namun, ada satu detail penting yang mungkin membuat penasaran: mengapa mereka tidak mendarat di permukaan Bulan?
Hitungan mundur untuk peluncuran Artemis II sedang berlangsung di Kennedy Space Center, Florida. Jendela peluncuran akan dibuka pada Rabu malam waktu setempat, tepatnya pukul 22:24 GMT (atau Kamis dini hari WIB). Misi ini memiliki fleksibilitas untuk diluncurkan hingga 6 April, dengan jendela dua jam setiap hari setelah matahari terbenam, asalkan kondisi Bulan, lintasan orbit, cuaca, dan rotasi Bumi selaras sempurna. Saat ini, cuaca menjadi satu-satunya kendala potensial, namun prakiraan menunjukkan peluang 80 persen kondisi yang menguntungkan.
Meskipun menjadi misi berawak pertama ke Bulan sejak tahun 1972, para astronot yang tergabung dalam Artemis II tidak akan mendarat di permukaannya. Sebaliknya, mereka akan melakukan 'flyby' atau terbang melingkar di sisi jauh Bulan sebelum kembali ke Bumi. Tujuan utamanya adalah validasi sistem: menguji sistem pendukung kehidupan pesawat antariksa Orion, sistem navigasi, komunikasi, dan kinerja keseluruhan di ruang angkasa dalam kondisi nyata yang tidak bisa sepenuhnya direplikasi di Bumi.
Misi ini akan membawa empat astronot. Sebelumnya, Artemis II telah mengalami dua kali penundaan signifikan. Pada awal Februari, peluncuran dibatalkan karena terdeteksinya kebocoran hidrogen cair. Kemudian, pada awal Maret, masalah aliran helium di tahap atas roket kembali menunda jadwal.
Artemis II adalah bagian krusial dari program multidekade ambisius NASA untuk mengembalikan manusia ke Bulan. Program ini bertujuan untuk membangun pangkalan jangka panjang di sana dan, pada akhirnya, memungkinkan misi berawak ke Mars. Artemis I, penerbangan uji coba tanpa awak pada 2022, berhasil menempatkan pesawat Orion ke orbit Bumi dan memberikan data penting untuk misi ini. Jika Artemis II sukses, ia akan membuka jalan bagi Artemis III (misi berawak orbit rendah Bumi), Artemis IV (misi pendaratan di Bulan), dan misi-misi selanjutnya yang akan mewujudkan keberadaan manusia berkelanjutan di luar Bumi.
Keberangkatan Artemis II bukan sekadar penerbangan luar angkasa biasa. Ini adalah lompatan besar bagi eksplorasi manusia, menandai kembalinya era perjalanan manusia ke lingkungan luar angkasa yang dalam setelah jeda panjang. Keberhasilan misi ini akan menjadi bukti nyata kapabilitas teknologi dan tekad manusia untuk menjelajah lebih jauh, membuka pintu bagi penemuan ilmiah baru, menginspirasi generasi mendatang, dan menegaskan kembali peran NASA sebagai pemimpin dalam eksplorasi antariksa global. Ini juga menjadi jembatan vital menuju tujuan yang lebih ambisius: pendaratan manusia di Bulan lagi, termasuk wanita dan orang kulit berwarna pertama, dan pada akhirnya, petualangan ke Mars.