Wayne Rooney meledak. Legenda Manchester United itu menyebut skuad Setan Merah saat ini sebagai kumpulan 'bayi' dan 'egois' setelah kekalahan memalukan di Liga Champions dan kritik terbuka Bruno Fernandes terhadap manajer Michael Carrick.
Kondisi MU memang sedang di ujung tanduk. Mereka terpuruk di peringkat 13 Premier League jelang laga melawan Bournemouth akhir pekan ini, dan bahkan berpotensi masuk zona degradasi jika hasil lain tidak berpihak. Kekalahan 4-1 dari Como pada Rabu lalu membuat posisi Carrick semakin goyah.
Yang lebih parah, kapten tim Bruno Fernandes ikut menyerang taktik sang manajer, menyebut MU harus lebih 'berani'. Sebelumnya, bek Lisandro Martinez juga mengkritik dewan klub karena kurang berinvestasi di bursa transfer. Rooney, yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa MU, mengaku syok dan tidak percaya melihat penampilan tim.
Sebagai teman dan mantan rekan setim Carrick, Rooney menuding para pemain sebagai biang keladi. 'Ketika Martinez berbicara, saya bilang ini mimpi buruk karena akan merobek ruang ganti,' ujar Rooney di podcast The United Stand. 'Itu awalnya. Sekarang kita lihat Bruno dan akan ada lebih banyak pemain karena mereka tidak mau bertanggung jawab.'
Rooney menambahkan para pemain hanya peduli pada diri sendiri, tidak peduli pada rekan setim, manajer, staf, atau fans. 'Jika tidak mendapat yang mereka mau, mereka seperti bayi dan melempar mainan dari kereta dorong, lalu mengalihkan kesalahan ke orang lain,' tegasnya.
Analisis Dampak: Situasi ini mencerminkan krisis internal yang serius di Manchester United. Konflik terbuka antara kapten dan manajer, ditambah kritik dari legenda klub, menciptakan ketidakstabilan yang bisa memperburuk performa tim. Bagi masyarakat penggemar sepak bola Indonesia, ini menjadi tontonan drama klub besar yang menunjukkan pentingnya chemistry dan tanggung jawab kolektif dalam tim. Jika tidak segera diatasi, MU berisiko kehilangan identitasnya sebagai klub elit Eropa.