Vinicius Junior melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit dan sistem disiplin di La Liga Spanyol. Bintang Real Madrid itu merasa dirinya tidak mendapatkan perlindungan yang layak sebagai pemain penyerang yang sering menerima pelanggaran keras.
Puncaknya terjadi saat ia menerima hukuman larangan bermain selama empat pertandingan. Hukuman ini diberikan setelah ia dikartu merah dalam sebuah insiden yang dianggapnya sepele, yaitu menarik rambut lawan dan melakukan protes. Menurut Vinicius, sanksi tersebut sangat tidak wajar dan terasa 'terlalu mudah' diberikan hanya karena namanya adalah dia.
Dalam pernyataannya, pemain asal Brasil itu menyoroti data mengejutkan: ia telah mengalami sekitar 500 pelanggaran, namun hanya berujung pada lima kartu merah. Ia menilai wasit cenderung lebih mudah memberikan kartu kuning kepada pemain menyerang yang kreatif, seperti dirinya, Lamine Yamal (Barcelona), atau Julian Alvarez (Atletico Madrid), sementara pemain bertahan seringkali lolos dari hukuman meski melakukan pelanggaran berulang.
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, turut menyuarakan kemarahannya terkait waktu pengumuman hukuman tersebut. Ia menilai sangat tidak profesional mengumumkan sanksi empat pertandingan hanya dua jam sebelum kick-off pertandingan penting, tepat saat tim sedang dalam perjalanan ke stadion.
Meski tengah dalam performa yang menurun dan belum mencetak gol sejak Agustus, Vinicius menegaskan komitmennya. Ia yakin akan segera kembali ke performa terbaiknya dan membayar kepercayaan klub yang telah memberinya kontrak jangka panjang selama enam tahun.