Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mencuri perhatian dengan kebijakan kontroversialnya. Ia berencana memberikan akun investasi senilai 1.000 dolar AS (sekitar Rp15,6 juta) untuk setiap bayi yang lahir di masa pemerintahannya. Namun, di balik janji manis itu, para ekonom justru menyebutnya sebagai 'teater' politik belaka, bukan solusi nyata untuk mengatasi kesenjangan ekonomi yang semakin melebar.
Seperti yang dilaporkan Al Jazeera dalam program 'This is America', jurang kekayaan di AS saat ini merupakan yang terlebar dalam tiga dekade terakhir. Kebijakan 'Trump Accounts' ini dinilai hanya bersifat simbolis dan tidak akan efektif menutup celah antara si kaya dan si miskin. Para kritikus menilai, dana segar sebesar itu hanyalah setetes air di lautan masalah struktural yang membuat kelas bawah sulit menabung dan berinvestasi.
Dampaknya bagi masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah, sangat minim. Tanpa adanya reformasi sistemik seperti kenaikan upah layak atau akses pendidikan gratis, bantuan satu kali ini hanya akan habis tergerus inflasi dan kebutuhan hidup sehari-hari. Alih-alih menciptakan generasi investor muda, kebijakan ini justru berisiko menjadi pemanis sesaat di tengah sengkarut ekonomi yang akut.