Di tengah gempuran serangan yang tak kunjung henti dan isu santer pengerahan pasukan darat Amerika Serikat, Iran justru menunjukkan sikap yang mengejutkan: mereka yakin bisa memenangkan konflik ini. Keyakinan inilah yang disebut-sebut bakal menentukan arah negosiasi gencatan senjata, mungkinkah konflik ini berakhir sebelum meluas?
Tehran dikabarkan siap menghadapi tekanan dan eskalasi lebih dalam dari Washington. Meski demikian, narasi yang digaungkan adalah Iran sedang berada di atas angin dan siap bertahan. Pertanyaannya, faktor apa yang membuat Iran begitu percaya diri mengklaim kemenangan di tengah tensi yang makin memanas ini? Dan, apa syarat yang harus dipenuhi agar Republik Islam itu bersedia menghentikan pertempuran?
Sikap keras Iran ini tentu saja memicu kekhawatiran global. Analis menyebut, jika tidak ada titik temu, konflik ini berpotensi besar memperkeruh stabilitas kawasan Timur Tengah yang memang sudah rentan. Dampaknya bisa meluas, mulai dari fluktuasi harga minyak dunia, ancaman krisis kemanusiaan yang lebih parah, hingga menantang upaya diplomasi internasional untuk meredakan ketegangan. Situasi ini menunjukkan tarik-menarik kekuatan yang kompleks, di mana setiap langkah yang diambil bisa berujung pada konsekuensi yang jauh lebih besar.