Kursi panas di Departemen Kehakiman Amerika Serikat akhirnya memakan korban. Harmeet Dhillon, pejabat tinggi yang memimpin Divisi Hak Sipil, resmi mengundurkan diri pada Kamis (5/11). Pengunduran diri ini terjadi tepat setelah Partai Demokrat berhasil menyapu bersih kemenangan di kedua kamar Kongres dalam pemilihan midterm yang krusial.
Jaksa Agung AS Todd Blanche membenarkan kabar tersebut melalui media sosial X. Ia memuji Dhillon yang dinilainya telah membela kebebasan sipil dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Namun, di balik pujian itu, Dhillon—sekutu kuat Trump—dikenal sebagai arsitek perombakan besar-besaran di divisi tersebut, yang memicu kritik keras dari ratusan mantan pejabat DOJ. Mereka menuding Divisi Hak Sipil telah 'dihancurkan' di bawah kepemimpinannya.
Perginya Dhillon menjadi sinyal dimulainya 'musim berburu' bagi Partai Demokrat. Anggota Kongres Robert Garcia, yang kemungkinan besar akan memimpin Komite Pengawasan DPR, langsung menyiapkan empat investigasi besar. Fokus utama mereka adalah dugaan penyalahgunaan wewenang oleh agen Imigrasi (ICE) dan misteri file Jeffrey Epstein.
Informasi penting yang perlu diketahui publik: Dhillon dilaporkan sempat memerintahkan kantornya untuk tidak menyelidiki kasus penembakan fatal oleh agen ICE terhadap dua warga AS, Renee Good dan Alex Pretti, di Minneapolis. Selain itu, Garcia menuduh Dhillon sengaja memblokir pertanyaan mengenai keterkaitan Trump dengan dokumen Epstein yang belum dirilis. Pengunduran diri ini menandai pertama kalinya pejabat tinggi Trump mundur setelah badai politik midterm melanda.