IRAN ANCAM TUTUP HORMUZ! MINYAK DUNIA MENCEKAM! - Berita Dunia
← Kembali

IRAN ANCAM TUTUP HORMUZ! MINYAK DUNIA MENCEKAM!

Foto Berita

Iran kembali membuat geger dunia internasional. Melalui pernyataan mengejutkan dari penasihat senior Garda Revolusi Iran (IRGC), Ebrahim Jabari, Teheran menegaskan bahwa Selat Hormuz "ditutup" dan memperingatkan bakal membakar kapal mana pun yang nekat melintas. Ancaman serius ini muncul sebagai balasan atas agresi Israel dan Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas penting dan menewaskan beberapa pejabat tinggi Iran.

“Selat ini tertutup. Jika ada yang mencoba melintas, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu,” tegas Jabari pada hari Senin. Tak hanya itu, Teheran juga berencana menyerang pipa-pipa minyak, dengan ambisi menghentikan total pasokan minyak dari kawasan dan mendorong harga minyak mentah global melambung hingga 200 dolar per barel.

“Amerika, dengan utang ribuan miliar dolar, sangat bergantung pada minyak dari kawasan ini. Tapi mereka harus tahu, tak setetes pun minyak akan sampai ke mereka,” kata Jabari dalam unggahan di saluran Telegram IRGC, seperti dikutip juga oleh kantor berita Tasnim.

Pernyataan ini sontak memicu kekhawatiran global. Pasalnya, Selat Hormuz, yang membentang antara Iran dan Oman, merupakan salah satu jalur transit minyak paling vital di dunia, dilewati sekitar 20 persen dari total pasokan minyak global setiap harinya. Gangguan sekecil apa pun di jalur ini dipastikan akan memicu lonjakan drastis harga minyak mentah dan meningkatkan ketegangan regional.

Dampak pernyataan Iran sudah terasa. Harga energi global melonjak tajam sejak Senin pagi, menyusul gangguan pada lalu lintas kapal tanker di selat tersebut dan kerusakan fasilitas produksi. Harga gas alam menjadi yang paling terpukul, naik hampir 50 persen di Eropa dan sekitar 40 persen di Asia, setelah fasilitas LNG QatarEnergy, pemasok utama, diserang. Sebelumnya, kilang minyak Ras Tanura milik Arab Saudi yang berkapasitas lebih dari setengah juta barel per hari juga dilaporkan menjadi sasaran serangan drone.

Menanggapi situasi ini, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan Amerika Serikat akan mengambil langkah untuk meredam lonjakan harga energi akibat konflik dengan Iran. “Mulai besok, Anda akan melihat kami meluncurkan langkah-langkah untuk mencoba meredakan (lonjakan harga) itu. Kami sudah mengantisipasi ini bisa menjadi masalah,” jelas Rubio, mengisyaratkan keseriusan Washington menghadapi krisis energi global yang membayangi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook