PASOKAN LNG QATAR HANCUR! DUNIA SIAP-SIAP HADAPI KRISIS ENERGI - Berita Dunia
← Kembali

PASOKAN LNG QATAR HANCUR! DUNIA SIAP-SIAP HADAPI KRISIS ENERGI

Foto Berita

Dunia energi bergejolak! CEO QatarEnergy, Saad al-Kaabi, mengungkapkan dampak parah serangan Iran yang menghantam kapasitas ekspor gas alam cair (LNG) negaranya. Kerusakan ini tak hanya berpotensi mengancam pasokan energi global, tapi juga memaksa Qatar untuk kemungkinan besar mendeklarasikan force majeure pada kontrak jangka panjang.

Al-Kaabi menyebutkan, dua dari 14 fasilitas "train" LNG dan satu unit gas-to-liquid QatarEnergy kini lumpuh total setelah dihantam serangan rudal dan drone Iran pekan ini. Imbasnya, 17 persen kapasitas ekspor LNG Qatar hangus, setara dengan 12,8 juta ton per tahun. Produksi vital ini diperkirakan bakal absen selama tiga hingga lima tahun ke depan, yang berarti perkiraan kerugian pendapatan tahunan Qatar mencapai sekitar 20 miliar dolar AS — sebuah pukulan telak bagi salah satu eksportir LNG terbesar dunia.

Serangan Iran ini bukanlah insiden tunggal. Ini adalah balasan atas bombardir militer Israel terhadap ladang gas lepas pantai South Pars Iran. Situasi ini kian memanas di tengah "perang AS-Israel terhadap Iran" yang telah berlangsung sejak akhir Februari. Ketegangan regional kini mencapai puncaknya, tidak hanya dengan serangan langsung, tapi juga lewat blokade Iran terhadap Selat Hormuz. Jalur laut vital ini merupakan arteri bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia, yang secara langsung memicu lonjakan harga BBM dan kekhawatiran inflasi global.

Dampak domino terus bergulir. Al-Kaabi menegaskan, QatarEnergy mungkin harus mengaktifkan klausul force majeure untuk pasokan LNG ke sejumlah negara penting seperti Italia, Belgia, Korea Selatan, dan Tiongkok. Ini bukan kali pertama, setelah sebelumnya force majeure juga diumumkan pasca-serangan di Ras Laffan. "Untuk memulai produksi lagi, permusuhan harus berhenti dulu," tegas al-Kaabi, menggambarkan kondisi genting di lapangan. Ia juga menambahkan, biaya pembangunan unit-unit yang rusak mencapai sekitar 26 miliar dolar AS, dan kerusakan masif ini disebutnya telah "memundurkan kawasan ini 10 hingga 20 tahun".

Situasi ini tak hanya menghantam Qatar secara finansial dan produksi, tapi juga mengirimkan gelombang kejut ke pasar energi dunia. Dengan Qatar sebagai salah satu pemain kunci dalam pasokan LNG, gangguan jangka panjang berpotensi memicu persaingan ketat, kenaikan harga, dan mendesak negara pengimpor untuk segera mencari alternatif. Ancaman Menteri Luar Negeri Iran untuk menunjukkan "nol pengekangan" jika infrastruktur mereka diserang lagi, semakin memperkeruh prospek stabilitas energi di Teluk. Hal ini menciptakan ketidakpastian yang dampaknya bisa dirasakan hingga ke dapur-dapur rumah tangga di seluruh dunia, menuntut diplomasi serius untuk mencegah krisis energi global yang lebih dalam.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook