Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan ini diambil hanya enam hari setelah tragedi tabrakan kereta cepat yang menewaskan sedikitnya 69 orang dan melukai puluhan lainnya di dekat kota Urda, selatan Madrid.
Dalam pernyataannya di hadapan parlemen, Puente menegaskan bahwa posisinya tidak lagi layak dipertahankan. Ia merujuk pada standar etika publik di Spanyol, di mana seorang menteri transportasi tidak seharusnya tetap menjabat setelah dua kecelakaan fatal terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Ia juga menyinggung insiden kecelakaan maut sebelumnya yang terjadi di Andalusia pada Januari lalu.
Tekanan politik terhadap Puente memang sudah sangat besar. Berbagai partai oposisi hingga beberapa sekutu pemerintah sebelumnya telah mendesak agar ia segera mundur. Pengunduran diri ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan yang dipimpin Partai Sosialis, terutama menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan pada 29 November mendatang. Puente juga menyatakan menarik namanya dari daftar calon legislatif dalam pemilu dini tersebut.
Insiden nahas di Urda melibatkan kereta cepat milik operator negara, Renfe, yang menabrak bagian belakang kereta milik operator swasta, Iryo, yang sedang berhenti. Kereta Renfe saat itu membawa 397 penumpang, sementara kereta Iryo berisi 147 orang. Tim penyelamat sempat mengalami kesulitan evakuasi karena harus menggunakan alat berat untuk mengakses gerbong yang tergelincir dan menjebak sejumlah penumpang.
Investigasi awal mengungkap fakta mengejutkan. Rekaman audio yang bocor ke media massa menunjukkan adanya komunikasi antara pusat kendali dan masinis. Diduga kuat terjadi kegagalan sistem persinyalan otomatis berbasis komputer yang memaksa semua kereta berhenti. Namun, kereta Renfe justru diberi izin untuk melanjutkan perjalanan dalam kondisi 'error', yang berujung pada tabrakan fatal tersebut. Perdana Menteri Pedro Sánchez berjanji akan mengusut tuntas setiap detail tragedi ini.
Analisis Dampak: Pengunduran diri ini memicu pertanyaan besar mengenai standar keselamatan transportasi publik di Spanyol. Bagi masyarakat, insiden ini menimbulkan kekhawatiran mendalam terkait keandalan sistem persinyalan otomatis yang seharusnya mencegah tabrakan. Selain berdampak pada krisis kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta cepat, mundurnya Puente juga berpotensi mengubah peta politik menjelang pemilu, karena isu keselamatan publik kini menjadi sorotan utama yang bisa menggoyahkan elektabilitas pemerintah yang sedang berkuasa.