MENTERI ISRAEL BILANG 'LEBANON HARUS TERBAKAR', INI REAKSI DUNIA - Berita Dunia
← Kembali

MENTERI ISRAEL BILANG 'LEBANON HARUS TERBAKAR', INI REAKSI DUNIA

Foto Berita

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, melontarkan pernyataan kontroversial. Dalam sebuah unggahan di media sosial X, ia menulis 'semua Lebanon harus terbakar' sebagai pembalasan atas serangan Hizbullah yang menewaskan empat tentara Israel.

Pernyataan itu langsung menuai kecaman keras. Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyebut komentar Ben-Gvir 'mengerikan dan menjijikkan'. Tak hanya itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, ikut angkat bicara dan menilai pernyataan tersebut bukanlah ocehan sembarangan, melainkan bukti nyata bahwa 'kultus kematian genosida' yang bermarkas di Tel Aviv mengancam seluruh umat manusia.

Ben-Gvir juga menolak keras kesepakatan damai antara AS dan Iran. Ia menegaskan Israel tidak boleh mundur dari wilayah yang sudah direbut dan harus menunjukkan kepada dunia bahwa darah warga Israel tidaklah murah. 'Israel bukan bawahan Amerika Serikat,' tegasnya.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menambahkan bahan bakar ke dalam api. Ia menyatakan bahwa 200.000 warga Lebanon selatan yang terusir akibat konflik tidak akan pernah diizinkan kembali ke rumah mereka. 'Tak satu pun dari mereka akan kembali,' ujar Katz.

Sementara itu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich menyerukan untuk 'membuka gerbang neraka' di Lebanon—sebuah kalimat yang ia gunakan sebelumnya saat berbicara tentang Gaza pada Maret 2025 lalu.

Analisis Dampak: Pernyataan-pernyataan ini muncul di tengah gencatan senjata yang rapuh. Menurut laporan Al Jazeera, sejak serangan Israel ke Hizbullah dimulai pada 2 Maret 2026, lebih dari 1,2 juta orang telah mengungsi dan 1.200 orang tewas di Lebanon. Retorika keras dari para pejabat tinggi Israel ini tidak hanya memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah parah, tetapi juga menutup peluang perdamaian di kawasan. Dunia internasional kini dihadapkan pada risiko eskalasi konflik terbuka yang lebih luas, di mana Lebanon berpotensi menjadi 'Gaza kedua'.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook