Konflik bersenjata di Yaman kembali memanas. Kelompok Houthi melancarkan serangan rudal balistik ke sebuah kamp militer di Provinsi Shabwa bagian selatan, Senin (waktu setempat). Targetnya adalah kamp pelatihan al-Alam yang tengah menggelar latihan rutin.
Juru bicara pasukan pemerintah yang diakui internasional menyebut serangan itu menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai lebih dari 30 lainnya. Wakil Gubernur Shabwa bahkan memperkirakan total korban mencapai 40 jiwa, meski belum merinci berapa yang tewas dan luka-luka. Korban disebut mayoritas merupakan rekrutan baru.
Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Juru bicara mereka, Yahya Saree, menyebut kamp tersebut sebagai basis militer 'yang didukung Saudi' dan menegaskan bahwa lokasi dengan kehadiran militer pro-Saudi akan terus menjadi target sah.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang tajam. Sejak merebut wilayah strategis di pesisir Laut Merah bulan lalu, Houthi semakin agresif. Pasukan pemerintah yang didukung koalisi Saudi pun melancarkan operasi balasan bertajuk 'Dawn of Yemen' untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk ibu kota Sanaa yang jatuh ke tangan kelompok tersebut sejak 2014.
Kepala Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, mengecam keras insiden ini. Ia menyebut penargetan terhadap rekrutan baru sebagai cerminan pendekatan teror Houthi saat berada di bawah tekanan, dan berjanji memberikan respons tegas.
Dampak bagi masyarakat Yaman semakin memburuk. Selain korban jiwa dari kalangan militer, warga sipil di wilayah Taiz juga dilaporkan mengalami krisis bahan bakar dan lonjakan harga akibat pertempuran yang terus meluas. Situasi ini menambah beban kemanusiaan di negara yang sudah lama dilanda perang saudara.