Washington, DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran sudah di depan mata. Klaim ini muncul setelah Trump membatalkan rencana serangan balasan ke Teheran. Trump bahkan menyebut nota kesepahaman (MoU) bisa ditandatangani akhir pekan ini di Eropa.
Namun, pernyataan optimistis dari Gedung Putih ini langsung mendapat reaksi dingin dari Iran. Teherang mengakui sebagian besar isi perundingan sudah final, tapi menegaskan belum ada keputusan akhir yang diambil. Sikap hati-hati ini menunjukkan jarak yang masih menganga antara klaim Amerika dan realitas di lapangan.
Analisis: Pernyataan Trump ini perlu dicermati dengan skeptis. Ini bukan pertama kalinya ia mengumumkan 'kesepakatan bersejarah' yang kemudian batal. Di sisi lain, pembatalan serangan balasan justru menjadi sinyal bahwa Washington mungkin benar-benar mencari jalan damai. Namun, tanpa kepercayaan dari Teheran, setiap kesepakatan berpotensi rapuh. Dampaknya bagi masyarakat global, terutama harga minyak dan stabilitas kawasan Teluk, masih akan fluktuatif selama belum ada tanda tangan resmi di atas kertas.