Jakarta - Mantan Jaksa Agung Negara Bagian Chihuahua, Meksiko, César Jáuregui Moreno, resmi ditahan pada akhir pekan lalu. Penahanan ini buntut dari tuduhan pengkhianatan terhadap negara karena diduga mengizinkan agen intelijen Amerika Serikat (CIA) ikut serta dalam penggerebekan laboratorium narkoba pada April silam tanpa izin resmi.
Kasus ini mencuat setelah dua agen AS dan dua petugas penegak hukum Meksiko tewas dalam kecelakaan mobil di wilayah pegunungan Chihuahua. Jáuregui dituduh melanggar kedaulatan dengan membiarkan agen asing melakukan operasi yang seharusnya menjadi wewenang otoritas Meksiko, serta gagal memberikan informasi terkait operasi tersebut.
Jáuregui, yang merupakan anggota partai oposisi konservatif PAN, membantah semua tuduhan. Ia bersikeras tidak pernah menginstruksikan atau menyetujui keterlibatan agen AS dalam operasi tersebut. Sidang pengadilan dijadwalkan pada Sabtu untuk menentukan apakah bukti cukup untuk melanjutkan kasus ini.
Analisis Dampak: Penahanan ini menyoroti ketegangan diplomasi antara Meksiko dan AS di bawah tekanan Presiden Trump untuk memberantas kartel narkoba. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, tetap teguh pada prinsip kedaulatan negara, menegaskan bahwa agen asing hanya boleh beroperasi jika ada izin federal. Kasus ini menjadi ujian bagi pemerintahan Sheinbaum dalam menyeimbangkan kerja sama keamanan dengan menjaga martabat nasional di mata publik Meksiko.