BOM RAKITAN DI DEMO PERTH: TERORISME ATAU KRIMINAL BIASA? - Berita Dunia
← Kembali

BOM RAKITAN DI DEMO PERTH: TERORISME ATAU KRIMINAL BIASA?

Foto Berita

Seorang pria 31 tahun di Perth, Australia Barat, didakwa karena melempar alat peledak rakitan (IED) ke kerumunan ribuan orang yang mengikuti unjuk rasa “Invasion Day” atau Hari Australia. Insiden yang terjadi pada Senin lalu ini kini diselidiki sebagai “potensi aksi terorisme” oleh kepolisian setempat, menyusul desakan kuat dari para pemimpin adat dan kelompok hak asasi manusia.

Meski alat peledak berisi paku dan bantalan bola itu tidak meledak dan tidak menimbulkan korban luka, kekhawatiran publik memuncak. Apalagi, dalam penggeledahan rumah tersangka, polisi menemukan kombinasi bahan kimia dan material yang konsisten dengan pembuatan bahan peledak rakitan. Tersangka kini menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan dan kepemilikan bahan peledak dalam keadaan mencurigakan.

Desakan agar insiden ini diusut sebagai kejahatan rasial atau terorisme datang dari berbagai pihak. Hannah McGlade, anggota komunitas adat Noongar, mengungkapkan kengerian komunitas adat atas potensi cedera atau kematian massal di acara damai tersebut. Ia menyebut, banyak pihak mengkhawatirkan insiden ini tidak ditangani sebagaimana mestinya sebagai kejahatan kebencian atau bahkan teror.

Pusat Hukum Hak Asasi Manusia juga mendesak agar “serangan kekerasan yang rasis terhadap masyarakat Aborigin” diselidiki sebagai tindakan terorisme atau kejahatan kebencian. Mereka bahkan mempertanyakan respons dan komunikasi Polisi Australia Barat, baik sebelum maupun sesudah serangan, termasuk laporan mengenai kegagalan polisi menangani ancaman kredibel yang diterima sebelum unjuk rasa.

Polisi mengklaim, tersangka mengeluarkan alat peledak dari tasnya dan melemparkannya dari jembatan penyeberangan ke arah kerumunan massa. Berkat laporan warga, polisi berhasil membekuk pelaku dan tim penjinak bom segera mengamankan serta memeriksa perangkat tersebut.

Penyelidikan kasus ini sebagai “potensi aksi terorisme” menandai pergeseran serius dalam penanganan insiden yang awalnya tampak seperti tindakan kriminal biasa. Hal ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam menanggapi desakan publik dan potensi ancaman yang lebih luas, terutama terkait motif kebencian atau ideologi ekstrem. Bagi masyarakat, insiden ini jelas menimbulkan kekhawatiran mendalam terhadap keamanan publik, terutama di tengah demonstrasi damai. Ini juga menegaskan sensitivitas peringatan Hari Australia atau “Invasion Day”, yang seringkali menjadi panggung ketegangan antara pandangan sejarah yang berbeda, serta menyoroti pentingnya perlindungan bagi hak-hak masyarakat adat dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook