Hasil pemilihan umum sela (midterms) Amerika Serikat baru-baru ini menjadi tamparan keras bagi gaya politik Donald Trump yang identik dengan narasi perpecahan. Kemenangan mengejutkan James Talarico di kursi Senat Texasâkursi pertama Partai Demokrat di sana dalam hampir 40 tahunâmenjadi bukti nyata bahwa masyarakat mulai jenuh dengan drama politik yang mengadu domba warga negara.
Dalam pidato kemenangannya, Talarico menyentil keras pola politik yang ia sebut sebagai 'olahraga darah'. Selama satu dekade terakhir, politik AS telah berubah menjadi ajang trolling, saling menjatuhkan, dan pertarungan yang memecah belah keluarga serta persahabatan. Fenomena ini dinilai sebagai warisan Trump yang sulit dihapus, di mana retorika provokatif dan julukan-julukan merendahkan menjadi senjata utama untuk meraup simpati.
Meski demikian, gaya komunikasi 'apa adanya' dan agresif Trump pada awalnya dianggap sebagai suara autentik bagi sebagian pemilih yang merasa tersisihkan oleh elite politik. Namun, hasil midterms kali ini menunjukkan pergeseran besar: publik AS rindu akan sosok pemersatu ketimbang figur yang terus menebar kebencian. Masyarakat tampaknya mulai sadar bahwa hiburan politik yang murah tidak menyelesaikan masalah ekonomi atau sosial yang nyata.