Gelombang biru Demokrat di pemilu sela Amerika Serikat membawa dampak besar. Lima politisi Republik yang dikenal sebagai penyangkal hasil Pilpres 2020 harus mengakui kekalahan mereka dalam bursa kursi gubernur di negara bagian kunci. Mereka adalah Andy Biggs (Arizona), John James (Michigan), Stacy Garrity (Pennsylvania), Tom Tiffany (Wisconsin), dan Rick Jackson (Georgia).
Kelima kandidat ini sebelumnya telah menebar keraguan atau bahkan mendukung upaya pembatalan kemenangan Joe Biden atas Donald Trump. Biggs dan Tiffany sempat voting menolak sertifikasi hasil 2020, sementara Garrity aktif berkampanye mendesak pembatalan hasil di Pennsylvania. Menariknya, James yang sempat mengakui kemenangan Biden pada 2022, berbalik arah di pertengahan 2026 dengan menyebut pemilu 2020 'dicurangi'.
Kekalahan mereka menjadi pukulan telak bagi gerakan penyangkalan hasil pemilu. Sebab, jika mereka menang, para gubernur ini memiliki kewenangan besar untuk mengatur administrasi pemilu di negara bagian masing-masing. Dengan gagalnya mereka terpilih, masyarakat di negara bagian kunci bisa lebih tenang karena proses pemilu mendatang, termasuk Pilpres 2028, diprediksi berjalan lebih kredibel tanpa intervensi politis yang berupaya membalikkan hasil sah.