Dunia sepak bola tengah diliputi duka mendalam menyusul meninggalnya penyerang Tenerife, Jesus de Miguel, dalam insiden benturan keras saat pertandingan melawan FC Andorra di kasta kedua Liga Spanyol. Insiden nahas tersebut terjadi saat laga memasuki menit ketujuh masa injury time ketika skor imbang 2-2. Kiper FC Andorra, Jesus Owono, yang terlibat dalam benturan tersebut, akhirnya buka suara untuk pertama kalinya.
Melalui pernyataan resmi klub, Owono mengaku sedang melalui masa-masa terberat dalam hidupnya. Kiper berusia 25 tahun itu menyatakan rasa sakit yang luar biasa atas kepergian De Miguel dan memilih untuk fokus mendoakan almarhum serta keluarganya. Ia juga menegaskan akan menghormati segala proses hukum yang berjalan terkait insiden tersebut.
Dampak dari kejadian ini sangat luas. Seluruh pertandingan di kompetisi Eropa pekan ini menggelar mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk De Miguel, yang baru bergabung dengan Tenerife pada musim panas 2025 dan meninggalkan satu orang anak. Rekan setim Owono, Lautaro Spatz, turut membela sang kiper dengan menegaskan bahwa rekannya itu tidak pernah berniat menyakiti siapa pun.
Meski demikian, pihak kepolisian Spanyol telah membuka investigasi rutin terkait kemungkinan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa (involuntary manslaughter). Owono sendiri dilaporkan sempat menonaktifkan akun media sosialnya setelah menerima tekanan psikologis yang berat. Insiden ini menjadi pengingat keras bagi otoritas sepak bola mengenai standar keselamatan pemain di lapangan.