JAKARTA - Elektabilitas Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menorehkan sejarah kelam. Survei terbaru Reuters/Ipsos menempatkan tingkat kepuasan publik terhadap Trump merosot tajam ke angka 31 persen, menjadikannya rekor terendah sepanjang karier politiknya.
Bukan hanya Trump yang terpuruk, partainya pun ikut kena imbas. Dalam simulasi pemilihan kongres, kandidat dari Partai Demokrat berhasil unggul 12 poin atas Partai Republik. Angka ini menjadi sinyal bahaya bagi koalisi pemerintahan menjelang pemilu sela (midterm) pada 3 November mendatang yang akan menentukan kendali Senat dan DPR.
Penurunan popularitas ini dipicu oleh kekesalan publik terhadap lonjakan harga energi. Sejak meletusnya konflik militer AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu, harga bensin dan solar melambung tinggi, memicu efek domino di sektor ekonomi. Data ini diperkuat oleh survei NBC yang menyebut 71 persen warga AS merasa negara mereka berjalan di jalur yang salah, sementara survei Washington Post/ABC/Ipsos mencatat 7 dari 10 warga mengeluh tidak mampu lagi membeli bahan bakar.
Analisis Singkat: Situasi ini menjadi alarm bagi Partai Republik. Jika tren penolakan terhadap kebijakan ekonomi dan luar negeri Trump tidak segera dibenahi, dominasi Demokrat di parlemen berpotensi besar terwujud, yang akan menyulitkan langkah legislasi pemerintahan Trump ke depannya.